Pada lab kali ini saya akan membahas tentang Load Balance
(PCC). PCC (Per Connettion Classifier) merupakan metode Load Balance yang dapat
digunakan jika kita mengiginkan agar
koneksi internet dari kedua ISP yang kita gunakan masuk ke dalam satu Router
yang sama.
Untuk konfigurasi kali ini saya akan menampilkan load
balance pada router Mikrotik dengan menggunakan 2 link ISP. Bandwith yang
digunakan yaitu masing-masing sebesar 1 MB. Berikut adalah topologi yang saya
gunakan untuk konfigurasi Load Balance PCC.
Untuk konfigurasi yang pertama kita harus menambahkan alamat
IP pada masing-masing Interface Router, yaitu untuk ether1 sebagai jalur ISP-A
dan ether3untuk LAN. Untuk ISP-B disini saya menggunakan jalur Wirelles pada
WLAN.
Selain itu kita harus menambahkan Firewall NAT Masquared
untuk Client kita dapat terhubung internet.
Selanjutnya kita konfigurasi Firewall Mangle untuk memetakan
koneksi yang berasal dari Interface lokal (ether3) yang akan keluar
meninggalkan router masing-masing interface WAN yaitu ether1 dan wlan1. Untuk
Chain= Prerouting dan Src. Address (alamat IP pada Client).
Lalu untuk tab Advance pada Per Connection Classifier kita
isikan src address and port > 2/0
( 2 : jalur yang dipakai saat itu adalah 2 buah ISP, 0 : adalah urutan jalur PC
yang digunakan). Hal ini dilakukan agar router melakukan tracking koneksi yang
masuk maupun keluar melewati router berdasarkan kriteria tertentu.
Metode PCC yang kita gunakan ini untuk mengklasifikasikan
koneksi yang berasal dari interface lokal (ether3) berdasarkan address and
port.
Lalu pada Tab Action kita isikan mark routing dan New Mark Routing ISP-A. Rule ini digunakan
untuk menandai setiap koneksi yang masuk ke dalam router melalui interface
ether1 dan wlan1.
Rule mangle akan
menandai koneksi yang masuk dari ether1 sebagai connection-mark=isp1 dan
koneksi yang masuk melalui wlan1 akan ditandai sebagai connetcion-mark=isp2,
dan dari situ kita dapat memetakan koneksi yang keluar dari router melalui
masing-masing interface dengan action mark Routing.
Setelah itu kita harus mengonfigurasi Simple
Queque yang diberikan untuk masing-masing ISP, untuk ISP-A kita berikan
bandwith sebesar 1M dan untuk ISP-B kita berikan bandwith sebesar 1M.
Untuk selanjutnya kita harus menambahkan Route ke dalam
table Rouing yang terbagi menjadi 2 jenis entri routing. Pertama yaitu untuk
menentukan apakah sebuah koneksi harus melalui jalur ISP-A atau jalur ISP-B.
Selanjutnya kita lakukan pengujian pada PC
Client dengan Speedtest pada PC Client.
Pada pengujian diatas terlihat bahwa traffic
pada jaringan local yang sudah mengalami peningkata (Full Traffic), yang
artinya metode Load Balance PCC ini berhasil kita gunakan.
Pada konfigurasi Load Balance PCC ini saya juga memberikan tutorial dalam bentuk video. Selamat menonton :)













0 Komentar
Penulisan markup di komentar