LAB MTCRE- Konfigurasi Routing Type Mikrotik

September 06, 2019

Pada bab kali ini saya akan membahas tetang konfigurasi Routing Type, pada Routing selain menjelaskan tentang Routing Static juga akan menjelaskan tentang Routing Type. Routing Type ini bisa digunakan untuk kebutuhan keamanan jaringan. Untuk fungsi kemanan jaringan kita bisa memilih beberapa parameter berikut:
1.      Blackhole, digunakan untuk melakukan blocking secara diam-diam.
2.      Prohibit, digunakan untuk meakukan blocking dan mengirimkan pesan error ICMP “Administratively Prohibited atau Packet Filtered”.
3.      Unreachable, digunakan untuk melakukan blocking dan mengirimkan pesan error ICMP “Host Unrechable”.
4.      Unichast, digunakan untuk mengijinkan Paket pada Proses Routing yang sedang berlangsung.
Nah, apabila kita menggunakan ketiga parameter diatas, kita tidak memerlukan untuk mendefinisikan gateway. Misal kita ingin melakukan blocking IP Address tujuan tertentu, maka kita hanya mengonfigurasi Dst. Address dan menentukan Type apa yang akan dipakai. Untuk jelasnya kita langsung saja praktekkan untuk Routing Type.


Pada lab kali ini saya akan menjelaskan tentang Routing Type Blackhole, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya Routing Type Blackhole ini digunakan untuk memblokir packet Routing tanpa pemberitahuan masalah yang terjadi. Jadi pada Type ini Client tidak akan mengetahui jika packet yang diterimanya sudah diblokir.

Untuk Type Blackhole ini saya menggunakan Topology seperti gambar, dan berikut adalah konfigurasinya.
Konfigurasi IP Address pada masing-masing perangkat sesuai dengan topologi diatas, berikut penerapannya.

Setelah itu, konfigurasi Static Route pada masing-masing Router. Pada Router1 konfigurasi Route dengan Dst. Address 20.20.20.0/24 Gateway 10.10.10.2, dan pada Router2 konfigurasi Route dengan Dst. Address 192.168.100.0/24 Gateway 10.10.10.1 dan  secara default rule akan mempunyai Flag “AS”.


Setelah kita selesai dengan konfigurasi Static Route disini kita akan menambahkan konfigurasi Route Type Blackhole, dan jika kita sudah menambhkan Type tersebut Flag akan berubah menjadi “A SB” yang artinya Active Static Blackhole.


Dan setelah kita tambahkan konfigurasi Type Blackhole Client tidak dapat saling Ping dan hasilnya adalah Time Out, disini tidak akan ada pemberitahuan mengapa Packet yang dikirimkan tidak sampai pada tujuan.



Setelah uji Ping diatas Client masing-masing Client masih bisa berkomunikasi. Sekarang kita coba tambahkan konfigurasi Routing Type Unreachble dan kita lihat bedanya.

 Bisa dilihat setelah kita tambahkan konfigurasi Routing Type Unreachble Flag yang tadinya “AS” sekarang berubah menjadi “A SU” yang artinya Active Static Unreachable .
Sekarang kita coba untuk uji ping pada PC, maka setelah kita tambahkan Routing Type Unreachble Client tidak akan bisa Ping dan akan muncul pesan Error seperti berikut ini.
Setelah kita pastika semua perangkat kita Static Route dan saling berkomunikasi, sekarang kita tambahkan konfigurasi Routing Type Prohibit pada Static Route yang telah kita buat tadi. Pada konfigurasi ini yang tadinya Flag berstatus “AS” akan berubah menjadi “A SP” yang artinya Active Static Prohibit.

Sedangkan setelah kita konfigurasi Routing Type Prohibit jika kita Ping Client tidak akan dapat menerima packet yang kita kirimkan, dan otomatis akan terblokir. Hasil pemblokiran ini akan muncul pesan Error, seperti berikut ini.



Setelah itu kita tambahkan konfigurasi Routing Type Unicast untuk mengembalikan Type-nya menjadi Default. Kita konfigurasi Type Unicast pada Static Routing yang kita buat sebelumnya.

Jika kita sudah menambahkan konfigurasi Routing Type Unicast, kita uji coba Ping maka hasilnya Client akan menerima paket yang kita kirimkan atau Static Routing yang kita buat akan enjadi Default.

Dalam konfigurasi ini saya juga menunjukkan konfigurasi dalam bentuk video, selamat menonton :)



Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔