Pada bab kali ini saya akan membahas tetang
konfigurasi Routing Type, pada Routing selain menjelaskan tentang Routing
Static juga akan menjelaskan tentang Routing Type. Routing Type ini bisa
digunakan untuk kebutuhan keamanan jaringan. Untuk fungsi kemanan jaringan kita
bisa memilih beberapa parameter berikut:
1.
Blackhole, digunakan untuk melakukan
blocking secara diam-diam.
2.
Prohibit, digunakan untuk meakukan
blocking dan mengirimkan pesan error ICMP “Administratively Prohibited atau
Packet Filtered”.
3.
Unreachable, digunakan untuk
melakukan blocking dan mengirimkan pesan error ICMP “Host Unrechable”.
4.
Unichast, digunakan untuk
mengijinkan Paket pada Proses Routing yang sedang berlangsung.
Nah, apabila kita
menggunakan ketiga parameter diatas, kita tidak memerlukan untuk mendefinisikan
gateway. Misal kita ingin melakukan blocking IP Address tujuan tertentu, maka
kita hanya mengonfigurasi Dst. Address dan menentukan Type apa yang akan
dipakai. Untuk jelasnya kita langsung saja praktekkan untuk Routing Type.
Pada lab kali ini
saya akan menjelaskan tentang Routing Type Blackhole, seperti yang sudah saya
jelaskan sebelumnya Routing Type Blackhole ini digunakan untuk memblokir packet
Routing tanpa pemberitahuan masalah yang terjadi. Jadi pada Type ini Client
tidak akan mengetahui jika packet yang diterimanya sudah diblokir.
Untuk Type
Blackhole ini saya menggunakan Topology seperti gambar, dan berikut adalah
konfigurasinya.
Konfigurasi IP Address pada masing-masing
perangkat sesuai dengan topologi diatas, berikut penerapannya.
Setelah itu, konfigurasi Static Route pada
masing-masing Router. Pada Router1 konfigurasi Route dengan Dst. Address
20.20.20.0/24 Gateway 10.10.10.2, dan pada Router2 konfigurasi Route dengan
Dst. Address 192.168.100.0/24 Gateway 10.10.10.1 dan secara default rule akan mempunyai Flag “AS”.
Setelah kita selesai dengan konfigurasi Static
Route disini kita akan menambahkan konfigurasi Route Type Blackhole, dan jika
kita sudah menambhkan Type tersebut Flag akan berubah menjadi “A SB” yang artinya Active Static
Blackhole.
Dan setelah kita tambahkan konfigurasi Type
Blackhole Client tidak dapat saling Ping dan hasilnya adalah Time Out, disini
tidak akan ada pemberitahuan mengapa Packet yang dikirimkan tidak sampai pada
tujuan.
Setelah uji Ping diatas Client masing-masing
Client masih bisa berkomunikasi. Sekarang kita coba tambahkan konfigurasi
Routing Type Unreachble dan kita lihat bedanya.
Sekarang kita coba untuk uji ping pada PC, maka
setelah kita tambahkan Routing Type Unreachble Client tidak akan bisa Ping dan
akan muncul pesan Error seperti berikut ini.
Setelah kita pastika semua perangkat kita Static
Route dan saling berkomunikasi, sekarang kita tambahkan konfigurasi Routing
Type Prohibit pada Static Route yang telah kita buat tadi. Pada konfigurasi ini
yang tadinya Flag berstatus “AS”
akan berubah menjadi “A SP” yang
artinya Active Static Prohibit.
Sedangkan setelah kita konfigurasi Routing Type
Prohibit jika kita Ping Client tidak akan dapat menerima packet yang kita
kirimkan, dan otomatis akan terblokir. Hasil pemblokiran ini akan muncul pesan
Error, seperti berikut ini.
Setelah itu kita tambahkan konfigurasi Routing
Type Unicast untuk mengembalikan Type-nya menjadi Default. Kita konfigurasi
Type Unicast pada Static Routing yang kita buat sebelumnya.
Jika kita sudah menambahkan konfigurasi Routing
Type Unicast, kita uji coba Ping maka hasilnya Client akan menerima paket yang
kita kirimkan atau Static Routing yang kita buat akan enjadi Default.
Dalam konfigurasi ini saya juga menunjukkan konfigurasi dalam bentuk video, selamat menonton :)













0 Komentar
Penulisan markup di komentar