Debian- Konfigurasi Remote Access Telnet Debian 8.11

Januari 24, 2020

Telnet adalah kepanjangan dari Telecommunication Network yang merupakan suatu protocol client-server yang dapat memberikan akses remote untuk login ke computer tertentu dalam sebuah jaringan. Selain itu,telnet dapat digunakan untuk mengakses berbagai macam layanan umum yang terhubung dengan jaringan internet, termasuk katalog perustakaan dan database.
Telnet memberikan akses secara langsung keberbagai layanan yang ada di internet. Fungsi telnet yang utama adalah mengakses computer host secara remote login. Telnet menggunakan 2 perangkat lunak jaringan computer, yaitu program client dan server, software client dijalankan pada computer yang meminta layanan pada server dan software server adalah program yang dijalankan oleh computer host yang member layanan pada client.
Untuk konfigurasi remote access telnet kita akan gunakan topologi seperti dibawah ini. Kita asumsikan topologi tersebut sudah terkonfigurasi ip dan terkoneksi dengan internet.

Sebelum kita melakukan konfigurasi kita harus menginstall aplikasi telnet terlebih dahulu. Aplikasi yang digunakan untuk telnet ini adalah telnetd.

Setelah proses installasi selesai selanjutnya kita lakukan pengujian yaitu dengan meremote server dari client. Untuk meremote kita dapat menggunakan terminal jika kita menggunakan system operasi linux.
Jika system operasi yang kita gunakan adalah windows kita dapat menggunakan aplikasi putty.
Berikut adalah pengujian yang kita lakukan pada terminal linux.
Jika kita menggunakan putty kita isikan pada Host Name (or IP Address) dengan ip local dan port default pada telnet.
Setelah kita berhasil pada remote telnet kita dapat login menggunakan user dan password yang digunakan pada debian.


Merubah Default Port Telnet

Sama hal nya seperti dengan SSH mengapa kita harus merubah port default pada telnet, yaitu untuk keamanan pada service yang sedang kita jalankan. Secara default, telnet menggunakan port 23 dan kita dapat merubahnya sesuai dengan yang kita inginkan. Jika kita tetap menggunaan port default maka kemungkinan aka nada orang yang tidak bertanggung jawab membobol masuk kedalam server kita, karena semua orang pasti tahu bahwa port default yang digunakan yaitu 23.

Untuk merubah port nya kita masuk pada file nano /etc/services. Setelah masuk kedalam service kita cari nama telnet dan disitu akan tertera juga port nya. Disini kita akan merubah port menjadi port 26. Lalu reboot.

Setelah selesai proses reboot, kita lakukan pengujian dengan coba mengakses port yang telah kita rubah. Pada perintah ini ada beberapa tambahan option (-l) yang artinya user yang digunakan, sedangkan option (-r) yang menunjukkan port yang digunakan.


Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔