Telnet memberikan
akses secara langsung keberbagai layanan yang ada di internet. Fungsi telnet
yang utama adalah mengakses computer host secara remote login. Telnet
menggunakan 2 perangkat lunak jaringan computer, yaitu program client dan
server, software client dijalankan pada computer yang meminta layanan pada
server dan software server adalah program yang dijalankan oleh computer host
yang member layanan pada client.
Untuk konfigurasi
remote access telnet kita akan gunakan topologi seperti dibawah ini. Kita
asumsikan topologi tersebut sudah terkonfigurasi ip dan terkoneksi dengan
internet.
Sebelum kita
melakukan konfigurasi kita harus menginstall aplikasi telnet terlebih dahulu. Aplikasi
yang digunakan untuk telnet ini adalah telnetd.
Setelah proses
installasi selesai selanjutnya kita lakukan pengujian yaitu dengan meremote
server dari client. Untuk meremote kita dapat menggunakan terminal jika kita
menggunakan system operasi linux.
Jika system operasi yang kita gunakan adalah windows kita dapat menggunakan aplikasi putty.
Jika system operasi yang kita gunakan adalah windows kita dapat menggunakan aplikasi putty.
Jika kita
menggunakan putty kita isikan pada Host Name (or IP Address) dengan ip local
dan port default pada telnet.
Setelah kita
berhasil pada remote telnet kita dapat login menggunakan user dan password yang
digunakan pada debian.
Merubah
Default Port Telnet
Sama hal nya
seperti dengan SSH mengapa kita harus merubah port default pada telnet, yaitu
untuk keamanan pada service yang sedang kita jalankan. Secara default, telnet
menggunakan port 23 dan kita dapat merubahnya sesuai dengan yang kita inginkan.
Jika kita tetap menggunaan port default maka kemungkinan aka nada orang yang
tidak bertanggung jawab membobol masuk kedalam server kita, karena semua orang
pasti tahu bahwa port default yang digunakan yaitu 23.
Untuk merubah port
nya kita masuk pada file nano
/etc/services. Setelah masuk kedalam service kita cari nama telnet dan
disitu akan tertera juga port nya. Disini kita akan merubah port menjadi port
26. Lalu reboot.
Setelah selesai proses reboot,
kita lakukan pengujian dengan coba mengakses port yang telah kita rubah. Pada perintah
ini ada beberapa tambahan option (-l) yang artinya user yang digunakan,
sedangkan option (-r) yang menunjukkan port yang digunakan.






0 Komentar
Penulisan markup di komentar