Domain Name System (DNS) adalah sebuah protocol jaringan computer
yang bertugas untuk melakukan konversi IP Address suatu computer menjadi
domain, atau sebaliknya. Domain Name System akan berfungsi sebagai layanan
direktori untuk semua system dengan menspesifikasikannya sebagai nama host.
Dengan kata lain, DNS menjadi suatu fasilitas dimana sebuah server memiliki
nama dan alamat IP sebagai identitas unik dalam suatu jaringan.
Untuk contoh kasus, kita akan membua sebuah DNS Server
dengan domain puriap26.com dengan topologi sebagai berikut.
Pada topologi diatas kita asumsikan bahwa computer server
dan client telah terkonfigurasi IP Address dan sudah dapat saling
berkomunikasi.
Untuk konfigurasi DNS Server ini kita memerlukan sebuah
aplikasi yang dapat melakukan pekerjaan tersebut. Untuk aplikasi ini kita dapat
menggunakan Bind9. Bind9 atau Berkeley Internet Name Domain Versi 9 adalah
salah satu software yang biaa digunakan untuk membangun dan mengatur sebuah DNS
pada system operasi Linux, aplikasi ini dikenal dengan berbagai keunggulannya,
terutama kemudahan dalam melakukan konfigurasi.
Untuk konfigurasinya kita harus menginstall aplikasinya
terlebih dahulu dengan peritah seperti di bawah ini.
Selanjutnya harus membuat file konfigurasi domain forward
dan file reverse dengan cara mengcopy file default dns menjadi nama file yang
kita inginkan seperti di bawah ini.
Selanjutnya kita harus melakukan konfigurasi dengan membuat
domain zone. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa kita akan membuat
domain puriap26.com. Pada konfigurasi
domain zone mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi, artinya jika ada salah
satu titik yang kurang atau berlebih akan menyebabkan bind9 error, maka dai itu
harus dipastikan kita tidak melakukan kesalahan dalam menuliskan syntak.
Ket:
Syntak
|
Deskripsi
|
zone “puriap26.com” {
|
Baris ini menunjukkan bahwa kita akan membuat sebuah domain dengan
nama puriap26.com.
|
type master;
|
Baris ini menunjukkan bahwa domain yang kita buat adalah primary dns
server (dns utama).
|
file “/etc/bind/db.kits”;
|
Baris ini menunjukkan lokasi penyimpanan file konfigurasi domain
forward. Fungsi forward adalah menerjemahkan domain name menjadi IP Address.
|
};
|
Merupakan penutup atau akhir dari pendeskripian domain forward.
|
zone “192.in-addr.arpa” {
|
Baris ini mendeskripsikan domain reverse yang kita buat. Domain
reverse menjadi domain name (kebalikan dari domain forward)
|
file “/file/bind/db.192”;
|
Baris ini mendeskripsikan lokasi penyimpanan file konfigurasi domain
reverse.
|
Ket :
Syntak
|
Deskripsi
|
puriap26.com
|
Mendeklarasikan hostname yang menjadi dns server.
|
root.puriap26.com
|
Penulisan tersebut menandakan email administrator.
|
2 ;
Serial
|
Menunjukkan nomor serial yang dimiliki dns server.
|
604800 ; Refresh
(satu minggu)
|
Mendeklarasikan selang waktu (dalam detik) yang digunakan oleh
secondary dns server untuk melakukan pengecekan terhadap perubahan file zone
primary dn server.
|
86400 ; Retry
(satu hari)
|
Mendeklarasi berapa lama (dalam detik) secondary dns server menunggu
pengecekan terhadap file zona primary dns server.
|
IN
|
Internet Name, digunakan saat kita menggunakan protocol tcp/ip.
|
NS
|
Mendeklarasi hostname computer yang akan menjawab atau melayani
request informasi seputar domain name system.
|
A
|
A record digunaan untuk membuat sebuah sub domain, sekaligus bertugas
mapping dari domain ke ip address.
|
Pada file reverse mempunyai istilah lain yang disebut dengan
PTR, PTR adalah kebalikan dari A record, jika A record bertugas mapping domain
name menjadi ip address, maka PTR bertugas mapping ip address menjadi
domain name.










0 Komentar
Penulisan markup di komentar