LAB 15-II-CISCO-Spanning Tree Protocol Switch

Agustus 12, 2019

Pada lab selanjutnya ini saya akan membahas tentang spanning tree protocol yang ada pada switch, protocol ini digunakan oleh switch untuk menghindari terjadinya looping yang ada pada jaringan. Sebagai contoh jika kita menggunakan topologi seperti pada gambaar dibawah ini jikaPC0 melakukan ping ke switch1 maka akan mengirimkan ARP ke setiap interface yang untuk menanyakan Mac Address PC1, sebaliknya jika PC1 ping ke PC0 maka switch2 akan mengirimkan ARP paket ke semua interface, hal akan menyebabkan looping pada jaringan yang kita miliki.
Jika kita ingin menghindari terjadinya looping pada jaringan maka kita perlu menambahkan Protocol STP pada switch, fungsinya yaitu protocol akan memblokir salah satu port dimana nantinya hanya akan ada salah satu port saja yang akan digunakan sehingga ini akan menghindari terjadinya looping.   

Untuk melihat status Spanning Tree yang ada pada switch kita dapat  menggunakan perintah seperti di bawah ini.

Setelah kita melihat port status pada switch1 maka akan terlihat bahwa tertuliskan This Bridge is the root. Hal ini menandakan bahwa switch ini merupakan root bridge dan switch ini tidak akan memiliki port mati dan semua portnya akan tetap menyala.
Setelah kita selesai melihat status port pada switch1 selanjutnya kita coba lihat status potpada switch2.

(FastEthernet0/1) disini berarti bahwa port yang menyala adalah port Fast ethernet 0/ 1 sedangkan port yang lainnyaakan matijika port tersebut  sama-sama terhubung dengan switch1 perti pada port Fast ethernet 0/1.
Setelah kita mengetahui hal tersebut, lalu bagaimana kita dapat menentukan switch yang menjadi root bridge. Untuk menentukan root bridge tersebut kita dapat melakukan beberapa hal, biasanya untuk pertama kali yang dilihat oleh switch adalah priority. Pada saat kita melihat status port pada Rood ID akan terdapat priority. Pemilihan priority ini akan dipilih yang paling terkecil untuk menjadi root bridge. Default yang digunakan untuk priority pada spanning tree di swicth adalah 3279.
Karena kedua switch tersebut menggunakan default priority dan priority yang sama maka untuk pemilihannya switch akan memilih berdaarkan mac address. Untuk pemilihan mac address ini akan dilakukan dengan memilih mac address yang paling rendah sebagai root bridge.
Selanjutnya kita langsung saja untuk merubah priority agar status root beridge dari switch1 berpindah ke switch2. Berikut untuk konfigurasinya.

Pada konfigurasi diatas akan terlihat kita hanya dapat merubah priority sesuai dengan priority yang telah ditentukan oleh switch cisco. Setelah itu kita lanjutkan dengan merubah priority dengan lebih rendah daripada priority default switch1.

Pada gambar diatas sudah terlihat jika status port pada switch2 sudah berubah menjairoot bridge, dengan ini port pada switch2 menuju ke switch1 akan menyala semua, dan pada switch1 hanya akan tedapat salah satu port  saja yang menyala.


Selanjutnya kita coba lagi dengan merubah agar switch1 kembali menajdi root bridge, cara untuk merubahnya kita lakukan dengan merubah priority lebihkecil daripada priority switch2. Dan untuk hasilnya saat kita lihat status port pada switch1 telah kembali berubah menjadi root bridge.

Selain itu, pada layout juga akan terlihat port yang tidak aktif akan berpindah tempat.


Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔