Debian- Dynamic Host Configuration Protocol Debian 8.11

Januari 01, 2020

DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol. Sebuah protocol yang berfungsi untuk mendistribusikan parameter IP secara otomatis. Sedangkan DHCP Server merupakan server yang terkonfigurasi DHCP yang nanti si server tersebut akan memberikan parameter IP secara otomatis kepada computer client yang merequest. Bayangkan saja sebuah topologi dengan client yang berjumlah 500, jika harus mengkonfigurasi static ip pasti akan sangat merepotkan. Maka dari itu kita dapat menggunakan DHCP Server. DHCP Server tidak hanya memberikan ip address, namun juga subnet mask, gateway, dns resolver, dan beberapa parameter lainnya.
Untuk konfigurasi DHCP Server kita akan menggunakan topologi seperti dibawah ini.
Kita akan menggunakan guest os debian sebagai dhcp server dan guest os windows sebagai dhcp client. Diasumsikan bahw dhcp server sudah dikonfigurasi IP Address sesuai dengan topologi. Selanjutnya kita harus mengintall aplikasi yang dibutuhkan untuk membuat dhcp server di debian, aplikasi yang sering digunakan pada debian adalah isc-dhcp-server. Berikut adalah perintah yang digunakan untuk installasi aplikasi tersebut.
Setelah aplikasi berhasil kita install selanjutnya kita akan konfigurasi file dhcp server yang ada pada “/etc/dhcp/dhcpd.conf”.
Cari baris yang ada tulisan A slightly hilangkan tanda # mulai dari “subnet” sampai tanda “ }”. Lalu edit isi file seperti dibawah ini.

Ket:
a.     Subnet 192.168.30.1 netmask 255.255.255.0, merupakan alamat ip network kita dan juga subnetmasknya.
b.     Range 192.168.30.3 192.168.30.34; merupakan range ip yang akan kita berikan kepada client sesuai dengan jumlah host yang kita gunakan, karena kita menggunakan /24 jadi jumlah host 254.
c.     Option domain-name-servers; merupakan alamat ip DNS Server, kita dapat memberikan lebih dari satu alamat ip DNS Server dengan memisahkan menggunakan tanda koma.
d.     Option domain-name; merupakan domain dari DHCP Server (jika ada, jika tidak ada dapat juga diisi dengan hostname DHCP Server).
e.     Option routers; merupakan alamat ip gateway yang diberikan oleh DHCP Server.
f.        Option broadcast-address; merupakan alamat ip broadcast.
g.     Defult-leases-time; merupakan waktu pinjam ip address dimana client harus memperpanjang masa peminjaman ip address. Menggunakan waktu dengan satuan detik.
h.     Max-leases-time; merupakan waktu maksimal peminjaman ip address.
Setelah itu lakukan restart service dhcp. Apabila terjadi pesan error cek kembali file yang kita edit pastikan tidak ada kesalahan penulisan karena salah tanda satu saja akan pengaruh.

Sampai saat ini kita sudah selesai melakukan konfigurasi dhcp server, selanjutnya kita dapat melakukan pengujian dari kompter client. Karena nantinya computer client, kita tidak perlu melakukan konfigurasi ip address secaa manual di client. Kita cukup memilih obtain ip address automatically.

Setelah itu coba cek pada details computer client dan terlihat bahwa saat ini client telah mendapatkan ip address secara otomatis dari hcp server.


Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔