DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host
Configuration Protocol. Sebuah protocol yang berfungsi untuk mendistribusikan
parameter IP secara otomatis. Sedangkan DHCP Server merupakan server yang
terkonfigurasi DHCP yang nanti si server tersebut akan memberikan parameter IP
secara otomatis kepada computer client yang merequest. Bayangkan saja sebuah
topologi dengan client yang berjumlah 500, jika harus mengkonfigurasi static ip
pasti akan sangat merepotkan. Maka dari itu kita dapat menggunakan DHCP Server.
DHCP Server tidak hanya memberikan ip address, namun juga subnet mask, gateway,
dns resolver, dan beberapa parameter lainnya.
Untuk konfigurasi DHCP Server kita akan
menggunakan topologi seperti dibawah ini.
Kita akan menggunakan guest os debian sebagai
dhcp server dan guest os windows sebagai dhcp client. Diasumsikan bahw dhcp
server sudah dikonfigurasi IP Address sesuai dengan topologi. Selanjutnya kita
harus mengintall aplikasi yang dibutuhkan untuk membuat dhcp server di debian,
aplikasi yang sering digunakan pada debian adalah isc-dhcp-server. Berikut
adalah perintah yang digunakan untuk installasi aplikasi tersebut.
Setelah aplikasi berhasil kita install
selanjutnya kita akan konfigurasi file dhcp server yang ada pada
“/etc/dhcp/dhcpd.conf”.
Cari baris yang ada tulisan A slightly hilangkan
tanda # mulai dari “subnet” sampai tanda “ }”. Lalu edit isi file seperti
dibawah ini.
Ket:
a.
Subnet 192.168.30.1 netmask
255.255.255.0, merupakan alamat ip network kita dan juga subnetmasknya.
b.
Range 192.168.30.3 192.168.30.34;
merupakan range ip yang akan kita berikan kepada client sesuai dengan jumlah
host yang kita gunakan, karena kita menggunakan /24 jadi jumlah host 254.
c.
Option domain-name-servers;
merupakan alamat ip DNS Server, kita dapat memberikan lebih dari satu alamat ip
DNS Server dengan memisahkan menggunakan tanda koma.
d.
Option domain-name; merupakan domain
dari DHCP Server (jika ada, jika tidak ada dapat juga diisi dengan hostname
DHCP Server).
e.
Option routers; merupakan alamat ip
gateway yang diberikan oleh DHCP Server.
f.
Option broadcast-address; merupakan
alamat ip broadcast.
g.
Defult-leases-time; merupakan waktu
pinjam ip address dimana client harus memperpanjang masa peminjaman ip address.
Menggunakan waktu dengan satuan detik.
h.
Max-leases-time; merupakan waktu
maksimal peminjaman ip address.
Setelah itu lakukan restart service dhcp.
Apabila terjadi pesan error cek kembali file yang kita edit pastikan tidak ada
kesalahan penulisan karena salah tanda satu saja akan pengaruh.
Sampai saat ini kita sudah selesai melakukan
konfigurasi dhcp server, selanjutnya kita dapat melakukan pengujian dari
kompter client. Karena nantinya computer client, kita tidak perlu melakukan
konfigurasi ip address secaa manual di client. Kita cukup memilih obtain ip address
automatically.
Setelah itu coba cek pada details computer client
dan terlihat bahwa saat ini client telah mendapatkan ip address secara otomatis
dari hcp server.






0 Komentar
Penulisan markup di komentar