Debian - Konfigurasi Samba dengan Anonymus Login Debian 8.11

November 11, 2019 Add Comment

Pada lab sebelumnya kita telah belajar kkonfigurasi Samba Server menggunakan Authentication Login, pada lab ini kita akan membahas konfigurasi samba dengan Anonymous Login ( tanpa user). Anonymous Login pada samba ini digunakan agar semua orang dapat mengakses direktori tanpa melakukan otentikasi dengan begitu semua orang berhak menggunakannya.
Untuk konfigurasinya langsung saja kita praktekkan, namun sebelumnya kita akan menambahkan direktori public dan akan melakukan share direktori tersebut dengan anynomus login.

Pada konfigurasi diatas kita membuat direktori public dan beberapa direktori didalamnya. Disini kita menambahkan direktori Ubuntu, Debian, dan Linux.
Jika kita perhatikan terlihat bahwa direktori public mempunyai permission read only untuk user selain root. Itu artinya kita tidak dapat membuat atau bahkan merubah isi direktori public pada file sharing.
Selanjutnya kita lakukan konfigurasi pada file samba. Berbeda dengan konfigurasi sebelumnya kita tidak perlu menambahkan valid users dan admin users pada samba.

Setelah itu, restart dan lihat status yang berjalan pada samba.

Selanjutnya kita dapat mengakses file samba tanpa harus memasukkan user dan password. Berikut ini adalah hasil dari pengujiannya.


Debian - Samba dengan User Authentication Debian 8.11

November 11, 2019 Add Comment
Samba merupakan aplikasi dari UNIX dan Linux yang dikenal dengan SMB(Service Message Block) protocol. Banyak system operasi seperti windows dan OS/2 yang menggunakan SMB untuk menciptakan jaringan client/server. Protocol Samba memungkinkan server Linux/UNIX untuk berkomunikasi dengan mesin client yang menggunakan OS Windows dalam satu jaringan.

Untuk konfigurasi kali ini kita akan membahas samba dengan menggunakan user authentication. Selain itu kita juga akan membahas tentang konfigurasi samba dengan anymous login pada lab selanjutnya.
Konfigurasi pertama yang harus kita lakukan adalah dengan membuat direktori atau folder yang akan kita share.

Ket:
Syntax
Deskripsi
mkdir /kits
Digunakan untuk membuat direktori dengan nama kits
mkdir /kits/forkits
Digunakan untuk membuat direktori yang akan digunakan untuk sharing dengan nama forkits.
ls –l /kits
Digunakan untuk melihat isi dari direktori /kits secara detail.
chmod 777 /kits/forkits
Digunakan untuk merubah hak akses dari direktori forkits menjadi read write untuk siapapun.
ls –l
Digunakan untuk melihat isi direktori forkits yang sudah memiliki hak akses read dan write untuk semua user.
Untuk konfigurasi selanjutnya yaitu kita harus menginstall aplikasi samba. Perintahnya adalah sebagai berikut.

Selanjutnya kita harus menambahkan user yang akan digunakan untuk login ada file sharing samba.
Pada konfigurasi di bawah ini terlihat bahwa kita telah menambahkan user dengan nama puri. Selain itu, kita juga menambahkan password samba pada user tersebut. Untuk password yang kita buat bisa berbeda dengan password yang kita gunakan untuk user saat masuk ke system operasi.

Setelah itu, kita harus menambahkan beberapa konfigurasi pada file samba, untuk konfigurasinya adalah seperti berikut.

Setelah kita menambahkan beberapa konfigrasi pada file samba, selanjutnya lakukan restart dan lihat status yang  berjalan pada samba dengan perintah di bawah ini.

Untuk pengujian samba file sharing kita dapat akses pada file explorer lalu ketikkan pada address bar \\ip_server .

Saat kita mengakses folder pada file explorer kita diminta untuk memasukkan username dan password yang telah kita konfigurasi sebelumnya.

Dan berikut ini adalah tampilan file samba yang telah kita buat.


Debian- Konfigurasi Secure Web Server (HTTPS) Debian 8.11

November 03, 2019 Add Comment

Sama seperti dengan web server yng telah kita bahas (http), https juga bertugas menampilkan sebuah halaman web pada web browser. Namun http dan https memiliki perbedaan yang terletak pada tingkat keamanann yang dimiliki, dimana https memiliki versi secure (lebih aman) daripada http. Selain itu, perbedaan lain adalah pada port yang digunakan. Untuk port http menggunakan port 80, sedangkan https menggunakan port 443.
Untuk konfigurasi yang pertama yaitu kita harus mengaktifkan modul ssl. Perintah ini kita lakukan dengan .masuk terlebih dahulu pada direktori /etc/apache2/sites-avaiable.

Selanjutnya kita harus membuat virtual host ssl untuk https://puriap26.com dan https://www.puriap26.com. Lalu kita konfigurasi pada file yang telah kita buat pada file ssl.conf.


Setelah itu aktifkan virtual host pada ssl.conf dan nonaktifkan juga pada default-ssl.conf.Sebelum pengujian lakukan restart apache dan lihat statusnya.


Langkah terakhir adalah pengujian menggunakan domain name yang telah dikonfigurasi sebelumnya. Terlihat  bahwa saat kita masuk menggunakan domain akan terdapat peringatan browsing tidak secure, selanjutnya pilih Advanced.

Selanjutnya klik pada procced puriap26.com (nama domain) (unsafe).

Berikut ini adalah pengujian saat mengakses https://puriap26.com yang sudah berhasil.

Untuk pengujian pada website https://www.puriap26.com berikut adalah hasilnya menggunakan protocol https.





Debian- Konfigurasi Web Server Debian 8.11

November 03, 2019 Add Comment

Web Server merupakan suatu perangkat lunak (software) dalam server yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) dari client atau browser berupa halaman website melalui protocol HTTP/HTTPS, kemudian merespon permintaan tersebut dalam bentuk halaman website berupa dokumen HTML atau PHP. Contoh penggunaannya adalah seperti saat kita melihat berita-berita terbaru di www.detik.com atau saat kita ingin berbelanja online di www.bukalapak.com ataupun saat kita ingin mencari hiburan di www.komikid.com, itu semua adalah penerapan dari web server.
Ada hal yang tidak pernah lepas dari web server, yaitu yang pertama adalah domain name system (DNS). Hal ini dibuktikan dengan kebiasaan kita saat membuka suatu halaman web menggunakan domain name.Hal yang kedua adalah database, yaitu seluruh data atau informasi yang ditampilkan di halaman web akan tersimpan didalam database server. Untuk konfigurasi web server ini kita akan menggunakan topoogi seperti di bawah ini.

Kita asumsikan bahwa di server dan client tersebut sudah terkonfigurasi IP Address sesuai dengan topologi. Selain itu, kita asumsikan bahwa server juga sudah terkonfigurasi domain name system.
Untuk konfigurasi web server ini terdapat beberapa aplikasi yang dapat kita gunakan untuk membuat sebuat web server, yaitu apache, nginx, tomcat, dll. Namun, untuk konfigurasi kali ini kita hanya akan menggunakan apache.
Berikut ini adalah perintah yang digunakan untuk menginstall aplikasi apache.

Pada perintah di atas terlihat bahwa kita tidak hanya menginstall aplikasi apache saja, ada satu tambahan aplikasi yaitu php5. Php5 ini diinstall berfungsi agar web server kita bias support php.
Setelah itu kita harus membuat konfigurasi virtual host, konfigurasi ini nantinya akan mewakili setiap website yang dibuat. Untuk membuat virtual host kita bisa mengcopy dari file yang disediakan oleh apache. Lokasinya berada pada direktori /etc/apache2/sites-avaiable.

Selanjutnya kita akan mengisikan beberapa syntak untuk virtual host yang sudah kita copy sebelumnya.


Ket:
Syntak
penjelasan
cp 000-default.conf kits.com
Perintah ini digunakan untuk membuat konfigurasi virtal host untuk website puriap26.com, dengan cara mengcopy dari file yang disediakan apache (000-default.conf).
nano
Digunakan untuk mengkonfigurasi virtual hos untuk website puriap26.com.
<VirtualHost *;80>
Menunjukkan bahwa web server berjalan pada port 80.
ServerAdmin webmaster@puriap26.com
Menunjukkan alamat email yang harus dihubungi oleh client saat web server mengalam gangguan. Email ini adalah milik administrator server.
ServerName puriap26.com
Menunjukkan website dari virtual host tersebut.
ServerName www.puriap26.com
Menunjukkan website alias dari virtual host tersebut. Jadi virtual host ini ditunjukkan untuk website puriap26.com dan www.puriap26.com.
DocumentRoot /var/www/web
Menunjukkan lokasi penyimpanan file website.

Setelah itu, kita harus mengaktifkan konfigurasi virtual host yang telah kita buat dengan perintah berikut ini. Pada perintah ini kita menggunakan dua perintah, untuk perintah pertama digunakan untuk  mengaktifkan virtual host kits.conf dan untuk perintah kedua digunakan untuk menonaktifkan 000-default.conf.

Selanjutnya kita harus membuat web direktori yang dibutuhkan oleh virtual host yang telah kita buat sebelumnya. Disini kita akan membuat sebuah file html dengan nama index.html untuk kita membuat script web server. Selain kita menggunakan file html kita juga dapat menggunakan file php untuk web server, jadi tergantung kalian lebih suka memakai file yang mana tapi intinya sama saja.



Untuk langkah terakhir yang kita lakukan adalah restart service apache, dan lihat juga statusnya untuk memastikan apache berjalan dengan baik atau tidak.

Sebelum melakukan pengujian pada web server pastikan bahwa computer client sudah dapat meresolve domain yang dimiliki oleh server.
Berikut adalah hasil pengujian saat kita mengakses puriap26.com.

Berikut adalah hasil pengujian saat kita mengakses www.puriap26.com.