Fail Over merupakan
cara untuk membuat jalur cadangan pada
suatu jaringan, sehingga apabila ada jalur lain yang sedang down maka jalur
cadangan ini dapat digunakan. Jadi nantinya kita akan memiliki lebih dari satu
koneksi yaitu jalur utama dan jalur backup.
Dengan adanya jalur
utama dan jalur backup maka koneksi tidak akan putus, karena jika jalur utama
putus atau down maka jalur backup yang masih bisa menggantikan jalur utama
sehingga koneksinya akan tetap berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Agar lebih jelasnya
untuk Fail Over ini langsung saja kita praktekkan dan untuk konfigurasi Fail
Over ini kita menggunakan Topologi sebagai berikut.
Pada topologi
diatas kita mempunyai 2 jalur koneksi internet yang berupa ISP-A dan ISP-B, dan
disini kita akan membuat agar 2 jalur tersebut dapat saling membantu apabila
ada salah satu jalur mengalami down, dan koneksi lainnya dapat menggantikannya.
Untuk konfigurasi
awalnya kita harus memberikan IP sesuai dengan topologi diatas, disini saya
melakukan konfigurasi DHCP Server, dan DHCP Client untuk jalur internetnya saya
menggunakan kabel untuk ISP-A dan jalur wirelles untuk ISP-B.


Setelah itu agar
kedua sumber ISP tersebut dapat bekerja bergantian saat ada salah satu IPS down
maka kita harus mengonfigurasi Route. Pada konfigurasi ini kita harus membuat 2
Route, yaitu Route dengan gateway 100.100.105.
Jika kita lihat
tabel Route diatas bahwa gateway 100.100.105.1 (ISP-B) bertanda S yang artinya
Route tersebut tidak aktif, karena pemilihan Routing pada mikrotik memilih
distance terkecil sehingga Route 100.100.103.1 (ISP-A) yang memiliki Distance
lebih kecil dari route atunya sehingga menjadikannya aktif, dan menjadi jalur
utama.
Setelah itu coba
kita lakukan Traceroute dari cilient dan disini client mengakses internet
dengan menggunakan jalur utama yaitu 100.100.103.1

Untuk pembuktian
apakah konfigurasi Fail Over ini bekerja atau tidak maka kita coba lakukan
Disable Route pada jalur gateway 100.100.103.1 dan otomatis jalur gateway
100.100.105.1 akan langsung aktif sebagai jalur backup menggantikan jalur
utama.

Sekarang coba kita
lakukan traceroute pada client. Setelah jalur utama tidak aktif maka client
akan mengakses internet menggunakan jalur backup yang sudah dikonfigurasi pada
Router.

Selain dalam bentuk tulisan tersebut saya juga memberikan tutorial dalam bentuk video, selamat menonton :)
https://youtu.be/krf6qZQd6hA



0 Komentar
Penulisan markup di komentar