LAB 15 II-MTCNA-DHCP SERVER

April 13, 2019 Add Comment

DHCP(Dinamic Host Configurasi Protocol) merupakan service yang memungkinkan perangkat dapat mendistribusikan IP Adress secara otomatis pada host dalam sebuah jaringan. Selain IP Address DHCP juga mampu mendistribusikan informasi netmaks, default getwey, konfigurasi DNS dan NTP Server dan masih banyak lagi. Mikrotik juga dapat digunakan sebagai DHCP server maupun DHCP client atau keduanya secara bersamaan.
Mikrotik sebagai DHCP server akan sangat tepat diterapkan jika pada jaringan memiliki user yang sifatnya dinamis dengan jumlah dan personil yang tidak tetap dan selalu berubah. DHCP server dapat digunakan untuk menyebarkan IP secara otomatis agar client mendapat IP.
berikut konfigurasi DHCP server

Pertama kita masuk pada menu IP

selanjutnya kita pilih menu DHCP server. kemudian lanjutkan pada menu DHCP SETUP
kemudian kita ubah DHCP server interface ke Ether 2 lalu klik NEXT sampai selesai.



setelah muncul menu tersebut klik OK, dan konfigurasi DHCP server selesai



LAB 14 II-MTCNA-DHCP CLIENT

April 13, 2019 Add Comment

Selain DHCP server juga terdapat DHCP client yang sebelumnya sudah dibahas sebelumnya. DHCP client memungkinkan Mikortik untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP server agar dapat menerima informasi IP Adress, IP DNS dan default getwey digunakan agar RB mendapat IP dari server. berikut adalah konfigurasinya
Pertama kita masuk pada menu IP, kemudian dilanjutkan pada menu DHCP client
Setelah itu kita membuat IP baru dengan interface Ether 1, kemudian klik Apply
  
Setelah selesai Router akan secara otomatis mendapat IP dari serve. Jika telah muncul tampilan sebagai berikut maka konfigursai selesai

LAB 13 II-MTCNA-ARP MODE ENABLE

April 13, 2019 Add Comment

ARP mode enable digunakan agar permintaan ARP dari client berjalan sehingga pemetaan Mac To IP berjalan
Berikut konfigurasinya


Pertama buka winbox dan masuk pada menu interface
Setelah itu dobel klik pada ether yang terkoneksi dengan laptop atau PC disini saya akan mengguakan ether2
Pada tab general ubah mode ARP menjadi Enable
Kemudian untuk mengecek konfigurasi tersebut berhasil atau tidak masuk pada menu IP>ARP di situ lah kita dapat melihat pemetaan Ip yang berjalan



LAB 12 II-MTCNA-ARP MODE DISABLE

April 13, 2019 Add Comment

ARP mode disable digunakan untuk permintaan ARP dari client tidak berjalan sehingga pemetaan Mac To IP tidak berjalan.
Berikut adalah konfigurasinya   

Pertama buka winbox dan klik pada menu interface
Setelah itu dobel klik pada ether yang terhubung ke laptop atau PC disini pada ether2
Pada tab general ubah mode ARP menjadi Disable
Kemudian untuk mengecek konfigurasi tersebut berhasil atau tidak masuk pada menu IP>ARP di situ lah kita dapat melihat pemetaan Iptidak berjalan

LAB 11 I-MTCNA-RESET KONFIGURASI

April 10, 2019 Add Comment

Reset Router merupakan hal yang perlu dilakukan apabila ada sesuatu yang error dalam Mikrotik. Tetapi sebelum melakukan reset jangan lupa backup file yang telah dikonfigurasi. Untuk melakukan reset Mikrotik ada dua cara yaitu soft reset dan hard reset.
 Hard reset
Hard Reset digunakan saat Mikrotik error atau kita lupa password dan username, jika kita terlalu sering melakukan hard reset router akan cepat rusak. Berikut konfigurasinya
  1. Cabut semua kabel yang menancap pada router kecuali kabel power
  2. Setelah itu, tekan tombol yang ada dalam router menggunakan alat yang mudah menjangkau tombol tersebut
  3. Cabut kabel power setelah itu tancapkan lagi
  4. Tunggu sampai lampu ATC berkedip hingga mati
Konfigurasi telah selesai, sebaiknya jika melakukan reset menggunakan soft reset untuk menghindari kerusakan pada router

 Soft reset.
Soft reset adalah metode mereset dengan meremot Router Mikrotik. Berikut konfigurasinya
  1. Buka wibox
  2. Pilih system kemudian dilanjutkan dengan Reset Konfiguration
  3. Setelah itu akan muncul seperti ini lalu klik Reset Konfiguration


Ada beberapa hal saat kita memberikan centang
 jika kita mencentang keep user configuration maka akan menyimpan konfigurasi sebelumnya
 jika kita mencentang no default configuration maka default configuration yang dulu tidak akan hilang
 jika kita mencentang do not backup maka konfigurasi yang kita lakukan tidak akan hilang setelah kita mereset aplikasi akan melakukan Reboot dengan sendirinya.

LAB 10 I-MTCNA-CHANGE PORT SERVICE

April 10, 2019 Add Comment

Ada kalanya port peru untuk dirubah untuk alasan keamanan, karena beberapa port yang dimiliki sudah banyak yang mengetahuinya. Selain itu dapat digunakan untuk alsan menjalankan fungsi webfig ketika fungsi hotspot dijalankan dikarenakan pada webfig berjalan pada port 80, sedangkan pada hotspot 80 akan di redirect ke halaman portal hotspot sehingga untuk menghindari hal ini dapat dilakukan dengan merubah port. Berikut konfigurasinya

  Buka winbox, dan masuk pada IP>Service pada tab tersebut akan terdapat beberapa service yang dapat kita rubah sesuai dengan keinginan kita.

  Dobel klik pada service yang ingin kita rubah portnya, disini saya akan merubah Port www yang semula portnya 80 akan saya rubah menjadi 81, jika selesai Apply OK.
  
Untuk pengujiannya kita masuk pada Webfig dengan cara ketikan IP Mikrotik di Web tanpa menggunakan Port yang sudah kita rubah sebelumnya. Kita akan membuka Web dengan alamat IP dan Port tetap 80, pastikan IP PC kita sudah satu jaringan dengan Mikrotik. Maka Winbox tidak dapat kita akses pada Web.
 Selanjutnya kita coba buka webfig pada alamat IP yang sama tetapi dengan tambahan Port yang sudah kita rubah sebelumnya dan webfig Mikrotik akan berasil kita konfigurasi.

LAB 9 I-MTCNA-MANANGEMENT USER

April 10, 2019 Add Comment

Pada dasarnya mikrotik sudah ada user bawaan yaitu admin degan password kosong dan group adalah Full. Pada kofigurasi ini kita akan menambahkan atau membuat user dengan nama dan password yang sudah saya tentukan dengan group Write. Berikut adalah konfigurasinya.


  Buka winbox, masuk pada menu System>User lalu klik (+) Add, lalu pada Name: isikan sesuai dengan keinginan (puri), dan rubah Grup: Write, kemudian isika n password sebanyak 2 kali sesuai dengan keinginan kalian (123).
  Jika Grup sudah selesai dibuat maka pada tab tersebut akan terdapat rule baru dengan nama yang telah kita buat sebelumnya tadi. Setelah itu, kita coba untuk akses dengan grup yang diijinkan, disini saya menggunakan winbox dan web untuk mengaksesnya. Cara untuk mengaksesnya kita harus mengisikan user dan password sesuai dengan yang kita buat pada grup tadi.

LAB 8 I-MTCNA-RESTORE AND IMPORT

April 10, 2019 Add Comment

Jika dilab sebelumnya kita sudah membahas tetang Backup dan Export maka pada lab kali ini saya akan membahas tentang Restore dan Import. Berikut ini adalah perbedaan Restore dan Import.
Restore
Pada Restore hanya bisa dilakukan dengan mode GUI saja dan tidak dapat dilakukan dengan mode CLI.Untuk konfigurasi Restore caranya adalah kembali pada menu Files, dan pada menu Files pilih nama yang akan direstore dan klik Restore. Setelah selesai merestore kita dianjurkan untuk mereboot Router terlebih dahulu.
Import
Jika pada Restore dilakukan dengan cara GUI maka pada Import ini dapat dilakukan dengan cara CLI pada new terminal. Caranya adalah klik menu New Terminal lalu masukkan perintah “import file-name=30. puri” untuk nama bisa kita isikan sesuai dengan yang kita inginkan untuk di import. Pada Import ini kita tidak perlu untuk merboot dan kalian dapat memilih yang akan dikembalikan semua konfigurasi atau menu tertentu saja.


LAB 7 I-MTCNA-BACKUP VS EXPORT

April 08, 2019 Add Comment

Cara paling mudah untuk melakukan backup adalah dengan masuk ke menu Files pada winbox lalu klik pada icon Backup. Nama files pada backup akan digenerate secara otomatis oleh router berdasarkan tanggal dan jam backup yang dilakukan. Jika ingin memberikan nama yang spesifik diperlukan perintah backup melalui coman console : /system backup save name : "basic-config".
Export hanya akan menampilkan kumpulan perintah konfigurasi pada terminal. Akan tetapi kumpulan perintah yang ditampilkan oleh fitur export bisa juga disimpan dalam bentuk file dengan menambah parameter "file" pada versi Router 5.12 keatas. Hasil perintah export berupa extensi *Rsc dan kita juga dapat download kemudian kita dapat membuka dan mengedit file tersebut dengan teks editor. Berbeda dengan file Backup, file backup merupakan file yang berbentuk binary sehinga jika dibuka dengan teks editor konfigurasi tdak dapat dibaca. Berikut ini adalah kofigurasi Backup dan Export.


  Buka Winbox, dan pilih menu Files dan klik BackUp pada Backup ini kita dapat memasukkan nama dan password sesuai dengan keinginan kita. Lalu proses Backup selesai .

Pada hasil Backup yang kita lakukan bentuk ekstentsinya adalah Backup dengan Type Backup

Lalu untuk melakukan konfigurasi Export kita dapat lakukan dengan cara CLI pada New Terminal dengan perintah yang sangat mudah.

 Untuk melakukan Export menggunakan perintah [admin@MikroTik] >exportfile= “puri” dan untuk export konfigurasi tertentu contohnya menggunakan IP Address [admin@MikroTik] >exportfile= “192.168.1.1”



  Pada hasil Export yang kita lakukan jenis ekstensinya adalah rsc. dengan type script

  
Dan berikut adalah hasil perbedaan dari Backup dan Eksport. Pada hasil Backup semua konfigurasi yang kita lakukan akan terenkripsi sedangkan pada hasil Export hasil dari konfigurasinya tidak terenkripsi dan mudah untuk kita pahami.

LAB 6 I-MTCNA-NTP CLOCK

April 08, 2019 Add Comment

Pada Packages system RouterOS Mikrotik sudah terdapat fitur SNTP (Simple Network Time Protocol) client yang dapat digunakan untuk memfungsikan Router sebagai NTP Client. Saat aktif Router akan otomatis melakukan sinkronisasi waktu terhadap NTP Server yang ditunjuk sehingga pengaturan waktu akan tetap update.  Ada banyak NTP Server diinternet yang bisa digunakan Contoh: id.pool.ntp.org, ntp.nasa.gov, dan sebagainya gunakan juga mode Unicast. Berikut ini adalah konfigurasi untuk NTP Clock.




 Buka winbox dan masuk pada System>SNTP Client, centanglah “Enable” lalu isikan pada primary NTP Server isikan alamat dengan IP NTP Server yang sebelumnya kita akses pada web, setelah itu klik Apply OK. Jika aktif maka poll interval akan terisi (waktu dalam second).
 Setelah SNTP Client terkonfigurasi maka perangkat Mikrotik akan terhubung dengan salah satu jam akurat yang berada di Internet (NTP Server). Untuk menyesuaikan waktu maka yang perlu kita lakukan adalah pilih System>Clock dan pastikan centang “Time Zone Autentitect” dengan “Time Zone Name” adalah Asia/Jakarta dan pastikan waktu sudah sesuai dengan kondisi sekarang. Lalu Apply OK









LAB 3 I-MTCNA-SERVICE AND PORT

April 08, 2019 Add Comment

Router Mikortik menjalankan beberapa service untuk memudahkan cara user dalam, mengakses router, atau menggunaan fitur lainnya. Service ini by-default akan dijalankan oleh router terus menerus. Kita bisa akses service yang dijalankan oleh Mikrotik di menu IP>services. Ada yang secara default dijalankan oleh router Mikrotik. Berikut detail informasi service router Mikrotik dan kegunaannya.
  • API, Application Programable Interface yaitu sebuah service yang mengizinkan user membuat costum software atau aplikasi yang berkomunikasi dengan router. Misal untuk mengambil informasi didalam router atau bahkan melakukan konfigurasi terhadap router dan menggunakan port 7828.
  • API_SSL, memiliki fungsi yang sama seperti API, hanya saja untuk API-SSL lebih secure karena dilengkapi dengan SSL Certified. API-SSL ini berjalan dengan menggunakan port 8729.
  • FTP, Mikrotik menyediakan standart service FTP yang menggunakan port 20 dan 21. FTP biasa digunakan untuk upload atau download data router, misal file backup. Authorisasi FTP menggunakan user dan password account router.
  • SSH, merupakan salah satu cara remote router secara console dan secure. Hampir sama seperti telnet hanya saja bersifat lebih secure karena data yang ditransmisikan oleh SSH dienkripsi. SSH pada Mikrotik memiliki by-default port 22.
  • Telnet, memiliki fungsi yang hampir sama denga SSH hanya saja memiliki beberapa keterbatasan dan tingkat keamanan yang lebih rendah.
  • Winbox, service yang mengizinkan koneksi aplikasi winbox ke router. Koneksi winbox menggunakan port 8291.
  • WWW, selain remote console dan winbox, mikrotik juga menyediakan cara akses router via web base dengan menggunakan web browser. Port standart yang digunakan port HTTP yaitu port 80.
  • WWW-SSL , sama seperti WWW yang mengizinkan akses router menggunakan web-base akan tetapi www-ssl ini ebih secure karena menggunakan sertified ssl untuk membangun koneksi antara router dengan client yang akan melakukan remote. By-default ini menggunakan port 443.