Debian - Web Server (Nginx) Debian 8.11

Maret 28, 2020 Add Comment

Pengertian nginx sendiri adalah sebuah web server yang cukup popular. Selain memberikan perfoma yang handal, Nginx juga mempunyai beberapa fitur canggih lain yang mudah untuk dikonfigurasi. Nginx juga menawarkan pengguna memori yag kecil dengan konkuresnsi yang tinggi. Jadi Nginx tidak membuat proses baru ketika ada permintaan (web request), tetapi menangani di dalam satu thread.
Selain itu, Nginx juga memiliki beberapa keunggulan yaitu, Nginx dapat menggantikan hadware load balancer, Nginx menjadi tool yang multifungsi. Untuk konfigurasi pada Nginx tidak jauh berbeda dengan Apache. Untuk konfigurasi yang pertama kita harus menginstall aplikasi Nginx seperti di bawah ini.
Selanjutnya kita lihat status paad service Nginx untuk memastikan bahwa web server sudah berjalan atau belum.
Selain itu, uji coba dengan mengakses web server Nginx dengan ip address local kita pada web browser. Jika proses penginstallan kita berhasil akan muncul Welcome to Nginx on Debian seperti dibawah ini.
Setelah kita install mysql-server. Konfigurasi ini dilakukan agar kita dapat melakukan integrase antara mysql-server dan Nginx.
Pada proses installasi kita akan di perintahkan untuk memasukkan password mysql.
Konfirmasi sekali lagi untuk memastikan password kita sudah benar.
Setelah kita berhasil untuk menginstall mysql-server, selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi untuk layanan mysql dengan perintah berikut ini. Silahkan ikuti beberapa perintah di bawah ini.

Setelah itu, kita akan masuk pada direktori yang akan digunakan oleh Nginx yaitu pada /etc/nginx/sites-availabe.
Setelah kita masuk pada direktori tersebut kita akan melihat terdapat file default. Pada file tersebut lah kita akan melakukan konfigurasi Nginx. Untuk masuk pada file default kita gunakan perintah nano default.
Pada file diatas kita akan merubah direktori root /var/www kearah direktori baru yang ingin kita gunakan. Setelah kita selesai mengedit file yang akan digunakan selanjutnya kita akan membuat direktori /var/www/debian yaitu direktori baru yang akan kita gunakan untuk menyimpan konfigurasi diatas.
Setelah itu kita berpindah pada direktori /var/www/debian disini kita akan membuat file baru untuk mengedit html halaman Nginx yang ingin kita tampilkan pada web browser.
Pada file index.html ini kita masukkan beberapa sintax html untuk ditampilkan pada halaman web browser seperti berikut ini.
Jika semua konfigurasi diatas sudah selesai terakhir kita lakukan restart pada service Nginx dan lihat pada status yang berjalan.
Sudah terlihat di atas bahwa service Nginx telah berhasil aktif dan berjalan, selanjutnya untuk pengujian kita masukkan ip atau domain kita pada web browser. Jika konfigurasi benar maka halaman akan muncul sesuai dengan isi html yang sudah kita masukkan pada index.html.