LAB 28-III-CISCO-Routing Dynamic EIGRP

Agustus 27, 2019 Add Comment

Pada lab kali ini saya akan membahas tentang Routing Dynamic EIGRP. EIGRP (Enhaced Interior Gateway Routing Protocol) ini berfungsi untuk mengubungkan kemampuan Link-state protocol dan distance Vektor Protocol, dimana ini juga termasuk dalam Interior Gateway Protocol sama seperti OSPF dan RIP. Untuk lebih jelasnya langsung saja kita lakukan konfigurasinya dengan menggunakan layout seperti dibawah ini.

Untuk konfigurasi yang pertama adalah kita harus menambahkan IP pada setiap interface router seperti pada gambar dibawah ini.





Selanjutnya kita harus mengonfigurasi routing table, jika sebelumnya kita telah menambahkan routing secara static untuk kali ini kita akan menambahkan routing secara dynamic EIGRP seperti pada gambar di bawah ini.
Setelah mengonfigurasi EIGRP pada semua router sekarang kita lihat pada routing table disetiap router. Maka secara otomatis routing table akan ditambahkan dengan simbol D yang artinya Dynamic EIGRP.



Setelah itu untuk pengujiannya kita lakukan ping antar PC maka setiap PC akan dapat saling berkomunikasi.




LAB 27-III-CISCO-Routing Dynamic OSPF Cisco

Agustus 27, 2019 Add Comment

Pada lab kali ini saya akan membahas tentang Routing Dynamic OSPF yang ada pada cisco. Jika pada lab sebelumnya kita telah membahas tentang routing static, routing dynamic OSP.
Routing Dynamic adalah suatu cara yang digunakan untuk membuat routing table secara otomatis. Untuk lebih jelasnya kita langsung saja melakukan konfigurasi dengan menggunakan layout seperti dibawah ini.

Untuk konfigurasi yang pertama kita harus menambahkan IP pada setiap interface terlebih dahulu. Berikut adalah konfigurasinya.






Setelah itu kita harus mengonfigurasi OSPF pada setiap router, pada cisco untuk netmask pada OSPF menggunakan wildcard mask dimana ini merupakan kebalikan dari subnetmask. Berikut ini adalah konfigurasinya adalah sebagai berikut.



Setelah selesai kita mengonfigurasi OSPF selanjutnya kita lihat table routing, maka secara otomatis seperti pada gambar dibawah ini.


Jika pada table routing sudah bertambah dengan sendirinya selanjutnya lakukan uji ping antar PC dengan catatan setiap PC yang sudah diberikan IP Address sesuai network dan juga setiap PC ditambahkan gateway.



LAB 26-III-CISCO-Routing Static Cisco

Agustus 27, 2019 Add Comment

Pada lab kali ini saya akan membhas tentang Routing Static pada Cisco. Hal ini dilakukan untuk menghubungkan beberapa network yang berbeda. Agar lebih jelasnya kita menggunakan layout seperti dibawah ini.

Untuk yang pertama kita harus mengonfigurasi IP Address untuk setiap router terlebih dahulu.







Setelah kita selesai mengonfigurasi IP pada setiap Router selanjutnya kita harus mengonfigurasi Route dan menyertakan juga subnetmaks selain itu harus menambahkan gateway yang akan dituju.
Untuk penambahan gateway ini adalah jalur yang akan dilalui router pertama kali jika ingin menuju ke network yang ingin dituju.  Lalu lihat konfigurasi yang telah dilakukan makan akan terlihat table routing akan bertambah dan akan ada simbol S yang artinya adalah Static.


Penambahan route ini kita lakukan pada setiap router, hal ini dilakukan karena IP Address menggunakan protocol TCP dimana packet yang telah sampai ke tujuan akan kembali ke pengirim.




Jika sudah terlihat lambang S pada setiap konfigurasi route, lalu lakukan uji ping yang nantinya setiap PC akan saling berkomunikasi.




LAB 25-III-CISCO-Routing pada Switch MLS

Agustus 26, 2019 Add Comment

Pada lab kali ini saya akan membahas tentang Routing pada Switch MLS dengan membuat Switch Virtual Interface (VSI). VSI ini digunakan untuk melakukan Routing antara Vlan tanpa memerlukan router. Sebenarnya ini kita gunakan untuk mengonfigurasi IP Address pada vlan switch dimana IP tersebut akan digunakan sebagai gateway oleh clinet, ini bisa dibilang konfigurasi kali ini hampir sama seperti routing pada umumnya.
Namun dalam penggunaan kita memerlukan switch yang mendukung fungsi routing atau bisa di sebut dengan Multi Layer Switch (MLS) atau switch layer 3. Untuk konfigurasi pda lab kali ini saya akan menggunakan layout seperti dibawah ini.

Setelah kita mengetahui layout yang digunakan selanjutnya kit konfigurasi Vlan dan mengelompokkan pada masing-masing vlan. Namun sebelumnya kita harus mengonfigurasi IP dan gateway pada setiap PC.


Setelah kita selesai mengonfigurasi Vlan selanjutnya kita harus membuat Virtual Interfacenya, dengan cara memasukkan interface vlan yang sudah kita buat sebelumnya. Setelah itu yang harus kita konfigurasi adalah IP terhadap interface tersebut. Untuk konfigurasi IP kita menggunakan IP Gateway PC yang ada pada vlan tersebut.

Selanjutnya kita uji ping dan uji ping jug ke PC yang berbeda Vlan maka hasilnya akan TimeOut.  Agar PC yang berbeda vlan tersebut dapat berkomunikasi maka kita harus mengonfigurasi Routing pada switch. 

Berikut ini adalah konfigursi Routing yang ada pada Switch.

Setelah kita selesai mengonfigurasi Routing selanjutnya kita uji ping pada masing-masing PC Client. Berikut ini adalah hasil dari ping setiap PC Client.