LAB 13-CISCO-Trunk pada MLS (Multi Layer Switch)

Juli 30, 2019 Add Comment

Pada lab kali ini saya akan membahas tentang konfigurasi trunk pada MLS. Multi Layer Switch (MLS) merupakan switch yang bekerja pada layer 2 dan 3, jadi pada switch ini kita dapat melakukan konfigurasi IP Address dan melakukan routing. Untuk konfigurasi trunk pada MLS ini akan sedikit berbeda dengan trunk yang lainnya.
Untuk pembuktiannya langsung saja kita praktekkan bagaimana cara konfigurasinya. Untuk layout yang kita gunakan sebagai berikut.
Untuk konfigurasi yang pertama langsung saja kita konfigurasi trunk pada switch MLS.



Jika kita sudah berhasil mengonfigurasi trunk pada switch MLS, maka untuk konfigurasi trunk yang kita lakukan tidak akan berhasil dan akan keluar pesan seperti pada gambar.

Tapi kita tidak perlu khawatir, untuk mengatasi masalah tersebut kita harus menambahkan encapsulation pada trunk di switch MLS. Jika kita sudah berhasil mengonfigurasi encapsulation lalu kita tambahkan kembali trunk pada switch MLS. Agar lebih jelasnya berikut adalah konfigurasinya.
Setelah itu kita dapat melakukan pengecekan apakah konfigurasi trunk kita sudah berhasil atau tidak, kita lihat pada interface trunk dan terbukti bahwa mode trunk yang kita konfigurasi sudah berhasil aktif.






LAB 12-CISCO-Virtual Trunking Protocol

Juli 30, 2019 Add Comment

Pada lab kali ini saya akan membahas tentang Virtual Trunking Protool (VTP). VTP adalah virtual yang dapat kita gunakan untuk melakukan management Vlan secara terpusat. Pada mode ini kita dapat menambah, mengedit, menghapus vlan pada salah satu switch saja, dengan ini akan mempermudah pekerjaan kita dalam mengelola Vlan.
Pada VTP ini terdapat tiga mode yaitu mode Server,Transparent, dan Client. Berikut adalah penjelasan tentang mode-mode yang ada pada VTP:
·         Server : Mode server pada switch akan memiliki hak untuk membuat, mengedit, dan menghapus Vlan. Untuk switch yang menggunakan mode ini akan mengirimkan update pada switch yang lain dengan mode client sehingga switch dengan mode clientakan mengupdate secara otomatis informasi mengenai vlan yang didapat dari switch yang menggunakan mode server.
·         Transparent : Mode transparent pada switch akan membuat vlan akan tetapi vlan yang di buat pada mode ini tidak akan dikirim ke switch lainnya. Pada transprent juga tidak akan mendapat informasi vlan dari switch yang menggunakan mode server.
·         Client : Mode client pada switch tidak akan dapat membuat dan mengahapus vlan. Switch yang menggunakan mode ini hanya akan mengupdate informasi vlan yang didapat dari switch yang menggunakan mode server.
Untuk lebih jelasnya bagaimana pembuktian dari mode-mode tersebut langsung saja kita lakukan konfigurasi dengan layout seperti berikut:

Pada layout diatas kita asumsikan sudah terkonfigurasi IP pada PC dan vlan pada masing-masing switch. Untuk vlan yang berwarna kuning menggunakan Vlan 10 dan untuk yang berwarna oranye menggunakan Vlan 20.
Jika semua perangkat sudah terkonfigurasi sesuai dengan perintah dan layout diatas, selanjutnya kita konfigurasi VTP pada setiap switch. Untuk konfigurasinya sebagai berikut:




Pada konfigurasi diatas untuk Domain dan Password pada setiap switch harus kita isikan sama. Setelah selesai mengonfigurasi domain dan password lalu kita konfigurasi Vlan pada switch yang menggunakan mode VTP Server.



Pada konfigurasi diatas terlihat pada switch yang menggunakan mode transparent tidak mendapatkan vlan update dari VTP server.
Lalu pada switch yang menggunakan mode VTP Client akan mendapat VTP Update dari VTP server, berbeda switch yang menggunakan mode transparent yang hanya dilewati oleh informasi update yang dikirim oleh VTP server.

Selain itu pada switch yang menggunakan mode VTP Client juga tidak dapat melakukan konfigurasi atau penambahan Vlan baru, seperti pada gambar berikut.


Selain pembuktian yang telah kita lakukan diatas kita juga dapat melakukan percobaan dengan melakukan uji ping pada setiap PC. Disini kita akan melakukan pembuktian apakah PC yang berada pada switch dengan mode Client dan switch yang menggunakan mode transparent dapat berkomunikasi dengan PC yang berada pada switch yang bermode server.





LAB -MTCRE-STATIC ROUTING 3 ROUTER

Juli 27, 2019 Add Comment


Pada bab sebelumnya saya telah melakukan konfigurasi static routing 2 router, dan konfigurasinya cukup mudah kan. Nah sekarang kita lanjutkan untuk lab selanjutnya. Pada lab 2 ini saya akan melakukan konfigurasi Static Routing 3 Router. Pada lab ini saya menggunakan 3 Router dengan satu Client dan saya akan menambahkan satu lagi router dan PC untuk topologinya. Pada konfigurasi Static Routing 3 Router ini hampir samadengan 2 Router kita hanya menambakan satu lagi interface untuk konfigurasinya.
Disini saya menggunakan topologi jaringan seperti berikut. Dan inilah konfigurasinya.

Konfigurasi Router dengan IP Address dengan masing-masing Router dengan IP yang telah ditentukan, saya menguunakan IP sebagai berikut
    §  Router1 = Interface yang meuju Client (100.100.100.1/24) dan interface yang menuju Router2 (10.10.10.1/30)
    §  Router2 = Interface yang menuju Client (192.168.10.1/24) dan Interface yang menuju Router1 (10.10.10.2/30)
    §  Router3 = Interface yang menuju Client (200.200.200.1/24) dan Interface yang menuju Router1 (20.20.20.2/30)





 Kemudian, setting IP dan Gateway pada masing-masing PC yang satu jaringan dengan IP pada Interface Router yang terhubung dengan PC. Untuk perintah pemberian IP pada PCsama seperti saat kita mengonfigurasi pada lab sebelumnya. Berikut penerapannya





Setelah itu, konfigurasi pada masing-masing Router. Pada Router1 ini akan ada 3 konfigurasi Route, yaitu Route pertama dengan Dst. Address 192.168.10.0/24 Gateway 10.10.10.2 ,Route kedua Dst. Address 200.200.200.0/24 Gateway 10.10.10.2 , dan Route ketiga Dst. Address 20.20.20.0/30 Gateway 10.10.10.2. Berikut adalah penerapannya


Pada Router2 kita akan membuat 2 Route, yaitu Route pertama dengan Dst. Address 100.100.100.0/24 Gateway 10.10.10.1 dan pada Route kedua dengan Dst. Address 200.200.200.0/24 Gateway 20.20.20.2. Pererapannya adalah sebagai berikut


Dan pada Router3 kita membuat 3 konfigurasi Route yaitu, pada Route pertama dengan Dst. Address 100.100.100.0/24 Gateway 20.20.20.1 dan pada Route kedua dengan Dst. Address 192.168.10.0/24 Gateway 20.20.20.1. Berikut adalah penerapannya

 Setelah kita selesai mengonfigurasi Route pada masing-masing Router, sekarang kita uji dengan melakukan Ping pada seluruh Client.
Berikut ini adalah uji Ping dari PC1 ke PC2 dengan IP (192.168.10.2) dan PC3 dengan IP (200.200.200.2)

Berikut ini adalah uji ping dari PC2 ke PC1 dengan IP (100.100.100.2) dan ke PC3 dengan IP (200.200.200.2)
Berikut ini adalah uji ping dari PC3 ke PC1 dengan IP (100.100.100.2) dan ke PC2 dengan IP (192.168.10.2)


Disini saya juga menambahkan bagaimana cara konfigurasi Static Routing 3 Router dalam bentuk vedio, mungkin untuk topologi dan IP yang saya berikan sedikit berbeda namun konsepnya tetap sama. Selamat menonton videonya :)



LAB -MTCRE-STATIC ROUTING 2 ROUTER

Juli 27, 2019 Add Comment

Routing adalah proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain. Berdasarkan pengiriman paket data routing dibedakan menjadi routing langsung dan routing tidak langsung.
Ø  Routing langsung merupakan sebuah pengalamatan secara langsung menuju alamat tujuan tanpa melalui host lain. Contoh: Sebuah komputer dengan alamat IP 192.168.1.3 mengirimkan data ke komputer dengan alamat IP 192.168.1.4
Ø  Routing tidak langsung merupakan sebuah pengalamatan yang harus melewati alamat host lain untuk menuju alamat host tujuan.
Routing sendiri memiliki 3 jenis konfigurasi yang berbeda-beda antara lain:
·         Minimal routing merupakan proses routing sederhana dan biasanya hanya pemakaian lokas saja.
·         Static routing, dibangun pada jaringan yang memiliki banyak gateway, jenis ini hanya memungkinkan untuk jaringan kecil dan stabil.
·         Dinamic routing, digunakan pada jaringan yang memiliki lebih dari satu rute. Dinamic rouitng memerlukan routing protocol untuk membuat tabel routing yang dapat memakan resource komputer.

Pada materi kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat konfigurasi static routing pada mikrotik. Routing adalah sebuah proses pengiriman data maupun informasi dengan meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya.  Sebelum membahas Routing Static kalian harus tahu apa itu Rouitng Static. Routing Static merupakan salah satu jenis Rouitng pada Mikrotik yang biasanya digunakan untuk konfigurasi informasi pada jaringan yang dituju dan segala jenis konfigurasinya dilakukan secara manual.
   Routing Static biasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil, karena akan rumit apabila menangani jaringan yang berskala besar, karena admin harus mengetahui informasi pada setiap router yang akan dihubungkan. Akan tetapii, Routing Static jauh lebih aman dari Routing Dinamic dan Routing Static juga kebal terhadap serangan spoofing dari para hacker atu orang-orang  yang bermaksud tidak baik.
   Prisip Routing adalah “kemana tujuan kita” dan “lewat mana tujuan tersebut” karena dalam routing static kita akan menemui yang namanya Dst. Address (Alamat tujuan Routing) dan Gateway ( Sebagai jalan ke alamat tujuan). Untuk melakukan Routing Static 2 Router disini saya menggunakan GNS3, kenapa saya menggunakan GNS3 karena dengan ini saya akan lebih mudah melakukan konfigurasi tanpa harus memasang banyak alat dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengonfigurasinya. Hanya saja kita haruus teliti dan memahami konsep yang kita buat. Pada lab ini saya menggunakan topologi jaringan seperti berikut.



Konfigurasinya adalah sebagai berikut:
Buka aplikasi GNS3.
Tambahkan 2 router dan 2 PC lalu hubungkan PC1 ke Router1 dan PC2 ke Router2, setelah itu hubungkan Router1 dengan Router2
Disini saya akan merubah identitas Router saya agar lebih mudah untuk mengingat. Perintah untuk mengubah identitas Router adalah:
“system identity set name=nama_baru”
Disini saya merubah identity Router menjadi Router1 dan Router2. Hasilnya adalah seperti berikut.

Tambahkan IP pada setiap interface yang terhubung dengan Client dan Router lawan, saya menambakan IP seperti berikut.
§  Router 1= ether1(menuju PC): 10.10.10.1/30 , ether2(menuju Router2): 192.168.10.1/24
§  Router2= ether1(menuju PC): 10.10.10.2/30 , ether2(menuju Router2): 192.168.1.1/24
*untuk IP yang menuju Router lawan harus satu jaringan dengan Router kita.
Berikut adalah perintah untuk menambhkan IP pada GNS3
“ip address add address=0.0.0.0/0 interface=ether0”


 Setelah itu, setting IP dan Gateway pada PC1 dan PC2 satu jaringan dengan IP pada interface Router yang terhubung dengan PC
§  PC1=IP+subnetmaks(192.168.10.10.2/24), default gateway(192.168.10.1).
§  PC2=IP+subnetmaks(192.168.1.2/24), default gateway(192.168.1.1).
Berikut adalah perintah untuk menambahkan IP PC pada GNS3“ip (ip+prefik) (default gateway)”


 Setelah PC mendapatkan IP lalu kita buat Route nya agar seluruh Router terhubung dan PC dapat berkomunikasi.
§  Router1=Dst-address: 192.168.10.0/24(network ether2 lawan), Gateway: 10.10.10.2(ether1 lawan).
§  Router2=Dst-address: 192.168.10.0/24(nework eher2 lawan), Gateway: 10.10.10.1(ether1 lawan).
Berikut adalah perintah untuk menambahkan Route pada GNS3
“ip route add dst-address=(network ether2 lawan) gateway(ether1 lawan)”




Untuk melihat konfigurasi yang kita lakukan itu benar atau tidak pada pemberian Route ini adalah dengan adanya tanda AS yang artinya Active Static.
Setelah Route berhasil dikonfigurasi dan muncul tanda AS, kita uji coba dengan saling ping antar Router atau ping antar PC jika seluruh PC dan Router bisa saling ping atau saling berkomunikasi maka konfigurasi Routing Static berhasil
Berikut adalah ping dari PC1 ke PC2


Dan berikut adalah ping dari PC2 ke PC1

LAB 11-II-CISCO-Dynamic Trunking Protocol

Juli 26, 2019 Add Comment

Pada lab kali ini kita akan belajar tentang Dynamic Trunking Protocol (DTP). DTP adalah sebuah protocol yang dapat digunakan untuk membuat interfaces ke mode trunk secara otomatis.
Ada beberapa mode yang dapat digunakan untuk membuat mode trunk secara dynamic. Mode yang kita gunakan ini adalah dynamic auto dan dynamic desirable. Mode tersebut merupakan dynamic karena status link yang menggunakan mode ini dapat berubah-ubah.
Jika switch menggunakan mode dynamic auto bertemu dengan switch bermode dynamic desirable maka status pada kedua interfaces switch tersebut akan berubah menajdi trunk, disini kita dapat melihat beberapa hasil dari pertemuan antara dua port anda dapat melihat seperti pada tabel di bawah ini:



Mode
Static Trunk
Static Access
Dynamic Auto
Dynamic Desirable
Static Trunk
Trunk
Limited
Trunk
Trunk
Static Access
Limited
Trunk
Access
Access
Dynamic Auto
Trunk
Access
Access
Trunk
Dynamic Desirable
Trunk
Access
Trunk
Trunk

Untuk lebih jelasnya langsung saja kita prakettekan untuk mode ini, dan layout yang kita gunakan untukkonfigurasi mode ini adalah sebagai berikut.

Kita asumsikan bahwa layout pada gambar diatas sudag terkonfigurasi IP dan Vlan, untuk berwarna pink yaitu Vlan 10 dan yang bewarna hijau Vlan 20.

Jika semua perangkat sudah terkonfigurasi sesuai dengan layout yang ada lalu kita konfigurasi mode pada interface yang menghubungkan kedua switch. Untuk konfigursinya adalah sebagai berikut:




Setelah selesai mengonfigurasi kedua interface tersebut, setelah itu lihat mode yang akan digunakan oleh kedua switch tersebut dengan menggunakan perintah seperti berikut.

Terbukti pada kedua gambar diatas terlihat bahwa kedua switch tersebut menggunakan mode trunk.


LAB 10-II-CISCO-Allowed Trunk

Juli 26, 2019 Add Comment

Pada lab kali ini saya akan membahas tentang Allowed Trunk, saat kita merubah mode interfaces menjadi mode Trunk secara default semua vlan akan masuk ke interfaces Trunk. Untuk keamanan perangkat kita diharuskan untuk mengonfigurasi agar hanya vlan tertentu saja yang dapat melewati Trunk.
Untuk konfigurasi lab kali ini kita gunakan topology yang sama seperti Vlan Trunking. Sama seperti lab sebelumnya kita asumsikan bahwa kedua switch sudah terkonfigurasi vlan dan interfaces Trunk.
Disini kita dapat melihat beberapa vlan yang hanya dipebolehkan melewati trunk, untuk melihatnya kita gunakan perintah “do show int trunk”. Agar lebih jelasnya langsung saja kita praktekkan berikut konfigurasinya.


Setelah itu kita dapat merubah vlan berapa saja yang diperbolehkan untuk melewati Trunk, disini kita gunakan perintah “switchport trunk allowed vlan (vlan yang diizinkan). Untuk lebih jelasnya berikut adalah gambarannya.


Setelah kita mengonfiguasi mode Allowed Trunk pada kedua switch sekarang kita lihat pada interface trunk, untuk perintah yang digunakan adalah “do show interface trunk” dan disini kita akan melihat pada Vlan Allowed on Trunk akan berubah dengan vlan yang kita masukkan ke allowed trunk.



Jika sudah kita kkonfigurasi semua sekarang kita uji coba ping dari PC switch1 ke PC switch2 yang berada pada vlan yang sama.





Terbukti pada PC4 tidak dapat ping karena PC4 berada pada Vlan 30 dimana Vlan 30 tidak dimasukkan pada allowed vlan, maka dari itu PC4 tidak dapat ping ke PC yang berada pada switch2 meskipun sesama Vlan.