Routing adalah proses dimana suatu item
dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain. Berdasarkan pengiriman
paket data routing dibedakan menjadi routing langsung dan routing tidak
langsung.
Ø Routing
langsung merupakan sebuah pengalamatan secara langsung menuju alamat tujuan
tanpa melalui host lain. Contoh: Sebuah komputer dengan alamat IP 192.168.1.3
mengirimkan data ke komputer dengan alamat IP 192.168.1.4
Ø Routing
tidak langsung merupakan sebuah pengalamatan yang harus melewati alamat host
lain untuk menuju alamat host tujuan.
Routing sendiri memiliki 3 jenis
konfigurasi yang berbeda-beda antara lain:
·
Minimal routing
merupakan proses routing sederhana dan biasanya hanya pemakaian lokas saja.
·
Static routing,
dibangun pada jaringan yang memiliki banyak gateway, jenis ini hanya
memungkinkan untuk jaringan kecil dan stabil.
·
Dinamic routing,
digunakan pada jaringan yang memiliki lebih dari satu rute. Dinamic rouitng
memerlukan routing protocol untuk membuat tabel routing yang dapat memakan
resource komputer.
Pada materi
kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat konfigurasi static routing
pada mikrotik. Routing adalah sebuah proses pengiriman data maupun informasi
dengan meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan
lainnya. Sebelum membahas Routing Static
kalian harus tahu apa itu Rouitng Static. Routing Static merupakan salah satu
jenis Rouitng pada Mikrotik yang biasanya digunakan untuk konfigurasi informasi
pada jaringan yang dituju dan segala jenis konfigurasinya dilakukan secara
manual.
Routing
Static biasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil, karena akan rumit
apabila menangani jaringan yang berskala besar, karena admin harus mengetahui
informasi pada setiap router yang akan dihubungkan. Akan tetapii, Routing Static
jauh lebih aman dari Routing Dinamic dan Routing Static juga kebal terhadap
serangan spoofing dari para hacker atu orang-orang yang bermaksud tidak baik.
Prisip
Routing adalah “kemana tujuan kita” dan “lewat mana tujuan tersebut” karena
dalam routing static kita akan menemui yang namanya Dst. Address (Alamat tujuan
Routing) dan Gateway ( Sebagai jalan ke alamat tujuan). Untuk melakukan Routing
Static 2 Router disini saya menggunakan GNS3, kenapa saya menggunakan GNS3
karena dengan ini saya akan lebih mudah melakukan konfigurasi tanpa harus
memasang banyak alat dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk
mengonfigurasinya. Hanya saja kita haruus teliti dan memahami konsep yang kita
buat. Pada lab ini saya menggunakan topologi jaringan seperti berikut.
Konfigurasinya adalah sebagai berikut:
Buka aplikasi GNS3.
Tambahkan 2 router dan
2 PC lalu hubungkan PC1 ke Router1 dan PC2 ke Router2, setelah itu hubungkan
Router1 dengan Router2
Disini saya akan
merubah identitas Router saya agar lebih mudah untuk mengingat. Perintah untuk
mengubah identitas Router adalah:
“system identity set
name=nama_baru”
Disini saya merubah
identity Router menjadi Router1 dan Router2. Hasilnya adalah seperti berikut.
Tambahkan IP pada
setiap interface yang terhubung dengan Client dan Router lawan, saya menambakan
IP seperti berikut.
§ Router
1= ether1(menuju PC): 10.10.10.1/30 , ether2(menuju Router2): 192.168.10.1/24
§ Router2=
ether1(menuju PC): 10.10.10.2/30 , ether2(menuju Router2): 192.168.1.1/24
*untuk IP yang menuju Router lawan harus satu
jaringan dengan Router kita.
Berikut adalah
perintah untuk menambhkan IP pada GNS3
“ip address add
address=0.0.0.0/0 interface=ether0”
Setelah itu, setting
IP dan Gateway pada PC1 dan PC2 satu jaringan dengan IP pada interface Router
yang terhubung dengan PC
§ PC1=IP+subnetmaks(192.168.10.10.2/24),
default gateway(192.168.10.1).
§ PC2=IP+subnetmaks(192.168.1.2/24),
default gateway(192.168.1.1).
Berikut adalah
perintah untuk menambahkan IP PC pada GNS3“ip (ip+prefik) (default gateway)”
Setelah PC mendapatkan
IP lalu kita buat Route nya agar seluruh Router terhubung dan PC dapat
berkomunikasi.
§ Router1=Dst-address:
192.168.10.0/24(network ether2 lawan), Gateway: 10.10.10.2(ether1 lawan).
§ Router2=Dst-address:
192.168.10.0/24(nework eher2 lawan), Gateway: 10.10.10.1(ether1 lawan).
Berikut
adalah perintah untuk menambahkan Route pada GNS3
“ip route add
dst-address=(network ether2 lawan) gateway(ether1 lawan)”
Untuk melihat
konfigurasi yang kita lakukan itu benar atau tidak pada pemberian Route ini
adalah dengan adanya tanda AS yang
artinya Active Static.
Setelah Route berhasil
dikonfigurasi dan muncul tanda AS,
kita uji coba dengan saling ping antar Router atau ping antar PC jika seluruh
PC dan Router bisa saling ping atau saling berkomunikasi maka konfigurasi
Routing Static berhasil
Berikut adalah ping
dari PC1 ke PC2
Dan berikut adalah ping dari PC2
ke PC1