Debian - Management User dan Group

Maret 30, 2019 2 Comments



Sistem operasi Linux merupakan sistem operasi multiuser, artinya bisa menangani lebih dari satu user dalam waktu yang bersamaan. Tentunya management sangat diperlukan untuk hal ini agar lebih mudah mengontrolnya apabila ada yang ingin membuat akun baru, atau pun mengganti password.
User dapat dibedakan menjadi 2 yaitu, user root dan user biasa. Jika user root memiliki hak akses maksimal didalam sistem operasi, sedangkan user biasa normalnya hanya bisa melakukan modifikasi file atau direktori yang ada didalam direktori home miliknya saja.
Fungsi utama dari group adalah memudahkan dalam memberikan hak akses kepada sejumlah user. Berikut ini adalah beberapa perintah dasar yang biasa digunakan untuk melakukan management user dan group.

Useradd


Perintah tersebut digunakan untuk membuat sebuah user dengan nama forkits. Kemudian perintah passwd digunakan untuk memberikan password pada user forkits. Perlu kita ketahui saat  pemberian password user ini password yang kita tambahkan tidak ditampilkan pada layar. Berikut penerapannya.




Adduser

Perintah ini juga digunakan untuk membuat sebuah user. Perintah ini akan meminta detail yang akan dibuat, berbeda dengan perintah useradd tidak akan meminta hal detail dari user yang dibuat. Perbedaan lainnya adalah jika menggunakan perintah ini maka user yang dibuat otomatis akan dibuatkan home direktori. Berikut penerapannya.



Pada perintah diatas terdapat perintah ls /home menunjukkan bahwa terdapat direktori dengan nama forkits1


Su

Perintah ini digunakan untuk berpindah ke user root. Hal ini karena user root saja yang bisa melakukan perintah userdel. Berikut penerapannya.




Pada perintah tersebut terlihat bahwa perintah pertama (su forkits1) menunjukkan perintah untuk berpindah ke user forkits1. Perhatikan bash pada baris
kedua (forkits1@debian:/root$), terlihat bahwa usernya sudah berubah menjadi forkits1.
Begitu juga tandanya juga berubah dari (#) menjadi ($) yang menandakan bahwa
forkits1 adalah user biasa.

Userdel

Perintah ini digunakan untuk menghapus user.



  • userdel forkits1 : Perintah ini digunakan untuk menghapus user forkits1.
  • su forkits1         : Perintah ini digunakan untuk membuktikan bahwa user forkits1 belum terhapus oleh perintah sebelumnya.
  • su                       : Perintah ini digunakan untuk berpindah ke user root.
  • userdel -rf forkits1 : Dengan menggunakan -rf  akan menghapus user forkits1 meskipun masih dalam keadaan login.
  • su forkits1         : Perhatikan bahwa kita tidak bisa login sebagai user forkits1, tetapi peringatannya adalah tidak ada password untuk user forkits1.
  • passwd forkits1  : Karena perintah sebelumnya mengeluarkan peringatann bahwa tidak ada password untuk forkits1 kita akan coba memberikan password untuk forkits1. Tetapi keluar sebuah peringatan bahwa user forkits1 tidak ada. Itu artinya bahwa perintah untuk menghapus user forkits1 diatas telah berhasil.
  • ls /home/           : Perintah ini digunakan untuk melihat isi direktori /home.



Groupadd

Peintah ini digunakan untuk membuat sebuah group baru.




Groupdel

Perintah ini digunakan untuk menghapus sebuah group.





Groups
perintah ini digunakan untuk melihat keanggotaan suatu user terhadap group.



Adduser & Groups


Perintah tersebut adduser forkits1 forkits artinya memasukkan user forkits1 ke group forkits.
Lalu dibuktikan dengan perintah kedua (groups forkits1) bahwa saat ini user forkits1 juga
merupakan anggota dari group forkits.

Debian-Installasi Sistem Operasi Debian

Maret 28, 2019 Add Comment


Pada tutorial sebelumnya kita telah membuat sebuah Virtual Machine, dan setelah ini kita akan membahas tentang installasi sistem operasi sistem operasi server berbasis linux debian. Berikut in adalah langah-langkahnya.
1. pertama konfigurasi CD/DVD untuk booting isntallasi
Klik pada virtual yang telah kita buat sebelumnya lalu isikan CD/DVD installasinya



2. kemudian jalankan virtual machine dengan menekan tombol Start, dan nantiny akan muncul tampilan saat komputer booting dari installer debian 9. Jika kita ingin melakukan installasi menggunakan basis text maka kita bisa pilih yang Install, namun jika kita ingin melakukan installasi menggunakan basis GUI maka kita bisa pilih yang Grapical Install. Pada installasi ini kita menggunakan basis text.

3. pilih bahasa yang ingin kita gunakan untuk sistem operasi server

4.  Pilih lokasi tempat kita tingal, karena tempat tinggal kita Indonesia tidak tersedia maka kita pilih yang Other

5. selanjutnya pilih benua sesuai dengan tempat tinggal kita, berhubung tempat tinggal kita berda di Benua Asia kita pilih Asia


6. Lalu pilih negara Indonesia


6. Lalu pilih yang united states untuk pemilihan untuk penggunaan bahasa
7. Pilih yang Amerika Eanglish, karena pada umumnya di Indonesia keryboard yang beredar adalah QWERTY yaitu Amerika Eanglish
8. Isikan Hostname sesuai dengan yang diinginkan. Pada pengisian Hostname jika belum faham bisa diisi default
9. Isikan Domain Name, sama seperti Hostname jika belum paham bisa dikosongi
10. Isikan password sesuai dengan keinginan untuk User Root
11. Untuk konfirmasi isikan Password Root sekali lagi 
12. Isikan nama lengkap untuk User baru sesuai dengan keinginan


13. Isikan Username untuk user baru


14. Isikan password untuk user baru yang dibuat, pada password ini dissarankan berbeda dengan password root



15. Isikan sekali lagi password yang sama untuk user
16. Pilih lokasi waktu tempat tinggal 
Untuk konfigurasi selanjutnya adalah konfigurasi proses partisi. Secara garis besar ada dua metode partisi yang umum digunakan saat installasi linux, yaitu manual dan otomatis. Jika kita memilih manual kita akan lebih bebas menentukan jumlah partisi dan besar masing-masing partisi yang kita butuhkan. jika kita memilih otomatis, maka seluruh file yang ada di hardisk akan diformat dan akan ditentukan oleh sistem.
Pada tutirial yang saya lakukan ini adalah dengan cara manual, berikut adalah konfigurasinya untuk yang manual.
17. Pilih hardisk yang akan diisikan jumlah partisinya, lalu pilih yes untuk konfirmasi halamannya

18. Untuk partisi baru pilih tabel partisi dengan label Free Space, lalu Enter

19. Untuk membuat partisi pilih  Create a New Partision 


20. Untuk penentuan ukuran partisi swap. Isikan ukuran partisi swap, karena RAM virtual machine tadi 512 M maka ukuran partisi swap yang ideal adalah 1GB, lalu enter



21. Untuk pemilihan tipe partisi swap, kita gunakan yang type logical



22. Untuk pemilihan lokasi partisi swap kita gunakan beginning

23. Untuk merubah partisi kita teklan tombol enter pada kolom user as


24. Untuk merubah partisi menjadi menjadi swap pilih Swap Area

25. Untuk proses akhir pembuatan partisi swap pilih Done Setting Up the Partision

26. Setelah kita selesai membuat Partisi Swap, selanjutnya kita akan membuat partisi /home dengan memilih label Free Space

27. Untuk membuat partisi /home kita pilih Create a New Partision

28. Untuk menentukan partisi /home kita isikan sebesar 5GB



29. Untuk menentukan tipe yang akan digunakan oleh partisi /home kita gunakan yang type Primary

30. Untuk pemilihan lokasi partisi /home kita gunakan yang Begginning

31. Untuk merubah partisi menjadi menjadi /home kita enter pada kolom mount point dan rubah menjadi /home

32. Untuk proses terakhir pembuatan partisi /home pilih done setting up the partision 

33. Selanjutnya kita akan mengonfigurasi pembuatan partisi /root, pilih yang bagian Free Space

34. Lalu pilih Create a New Partision, enter

35. Untuk penentuan partisi /root kita gunakan ukuran sisa yang ada 

36. Untuk menentuka type partisi kita gunakan yang type Primary



37. Untuk proses terakhir pemberian partisi /root kita pastikan parameter pada bootable flag adalah on. Kemudian pilih Done set up the partision
Setelah selesai membuat tiga partisi yang kita kehendaki, selanjutnya kita pilih finish partitioning and write changes to disk untuk melanjutkannya
38. Untuk veryfikasi hasil partisi kita pilih Yes


39. Jika ada pertanyaan Scan another CD/DVD kita pilih no

40.Untuk Pertanyaan Repo lokal Use a network mirror pilih yes , enter
41. Untuk pertanyaan  Participate in the package usage survey pilih  No
42. Untuk pemilihan aplikasi yang diinstall kita bisa pilih sesuai dengan keinginan kita. Jika ingin menginstall server berbasis text, cukup centang pada Standard system


utilities. Jika ingin install server berbasis GUI, centang Debian desktop
environment dan Standard system utilities.
43. Untuk pertanyaan install grub boot loader, kita pilih yes

44. Untuk proses installasi terakhir akan ada perintah untuk restart maka kita Continue dan enter
Jika proses installasi sudah selesai sekarang kita coba untuk login pada Debian kita dengan menggunakan User yang telah kita buat  saat proses installasi sebelumnya
Itu adalah hasil dari Login Debian yang telah kita isntall sebelumnya.