Debian - Instalasi Mattermost Server Debian Buster

Oktober 30, 2020 Add Comment

Mattermost merupakan sebuah platform obrolan online open-source yang dapat dihost sendiri dengan berbagai file, pencarian, dan integrasi. Mattermost dirancang sebagai komunikasi internal untuk organisasi dan perusahaan, dan sebagian besar pasar itu sendiri sebagai alternatif sumber terbuka untuk Tim Slack, Microsoft Teams, dan Zoho Cliq.
Mattermost memudahkan sebuah tim untuk berkomunikasi dimana saja dan kapan saja. Mattermost dapat diakses dari Dekstop, perangkat Android, dan iPhone. Dalam tutorial ini kita akan menginstal Mattermost Server di Debian Buster 10.

a. Spesifikasi VM Debian Buster 

Operating System

Linux Debian Buster

 

CPU

1 Core vCPU

 

RAM

2 GB

 

Storage

11 GB

 

    

b. Update paket Debian Buster
Setelah system operasi Debian Buster terpasang dengan baik, update dan upgrade paket debian dengan perintah seperti berikut.


Install curl dan gnupg yang akan digunakan saat proses instalasi berlangsung.


c. Instalasi MySQL Database Server
Install dan setting database yang digunakan oleh server Mattermost. Database yang digunakan adalah MySQL.

Unduh dan tambahkan paket repository MySQL untuk system Debian menggunakan perintah berikut ini.


Install dan update paket MySQL server.


Selama proses instalasi MySQL server, kita akan diminta untuk mengkonfigurasi kata sandi root untuk server MySQL.



Setelah proses instalasi selesai, selanjutnya buat database dan pengguna baru untuk Mattermost. Masuk ke shell MySQL menggunakan pengguna root dan kata sandi yang sudah dibuat saat instalasi MySQL.
Lalu buat database dan pengguna untuk Mattermost.


d. Instalasi Mattermost Server
Unduh versi terbaru dari Mattermost server.
Pada perintah X.X.X rubah sesuai dengan versi yang ingin diunduh, seperti berikut ini.

Ekstrak file Mattermost Server dengan perintah  berikut ini.

Pindahkan file yang sudah diekstrak ke direktori /opt, dan buat direktori untuk penyimpanan file.

Buat system user dan group baru yang akan menjalankan service pada Mattermost, dan berikan permission pada direktori /opt Mattermost.

Konfigurasi file database di /opt/mattermost/config/config.json.

Pada konfigurasi ini siapkan alamat dan database Mattermost. Mattermoost akan berjalan di alamat IP local pada port default 8065 dan menggunakan MySQL sebagai system database.


·         Rubah “DriveName” menjadi “mysql”

·         Rubah “DataSource” <mmuser-password> dan <host-name-or-IP>  menjadi  <172.19.1.30> ip local dari Mattermost.

Setelah selesai edit pada file config.json, keluar dan simpan perubahan dengan tekan CTRL+X lalu Y.

Kemudian test Mattermost Server untuk memastikan semua berfungsi

Rubah direktori Mattermost ke /opt/mattermost , dan mulai server Mattermost sebagai user Mattermost.

Setting Mattermost sebagai system untuk memulai dan menghentikan server.

Buat file baru untuk system.

lalu masuk ke direktori system dan buka file mattermost.service untuk mulai mengedit file.



Pastikan jika menggunakan MySQL, After dan BindsTo rubah ke mysql.service.

Buat system load untuk memulai unit baru Mattermost, dan cek status server Mattermost.

Setelah itu akan keluar peringatan seperti berikut ini.

Setalah itu mulai service Mattermost.

Mulai ulang service Mattermost dan verifikasi Mattermost server sudah berjalan.


Disini akan melihat HTML yang dikembalikan oleh server Mattermost.

Note : Jika firewall digunakan, permintaan eksternal ke port 8065 mungkin diblokir. Jadi gunakan sudo ufw untuk memungkinkan membuka port 8065.

Atur Mattermost untuk memulai saat mesin dihidupkan.

Sekarang setelah server Mattermost aktif dan berjalan, dan disini dapat melakukan beberapa konfigurasi.

e. Konfigurasi Mattermost Server.

 a)Buka web browser dan arahkan ke instance IP Server Mattermost.(host_ip:port_mattermost:8065).


a)     Buat tim dan pengguna pertama. Pengguna pertama dalam system ini memiliki peran system_admin, yang akan memberikan akses ke system console pada Mattermost.

Buat tim baru untuk tim yang akan menggunakan channel Mattermost.
  Buat nama baru untuk tim yang telah dibuat.

Setelah selesai akan mendapatkan link untuk akses ke server Mattermost.

Setelah selesai maka kita akan melihat tampilan utama Mattermost.

































Debian- Installasi Monitoring Zabbix Debian 8.11

Mei 11, 2020 1 Comment

Zabbix adalah salah salah satu software open source yang dapat digunakan untuk memonitor jaringan, dan status dari berbagai network service, server, dan network hadware lainnya. Dengan menampilkan map jaringan computer yang admin kelola beserta dengan statusnya. Maka admin akan tahu kondisi jaringan jika terjadi masalah, warna hijau untuk kondisi normal sedangkan warna merah untuk kondisi terjadi masalah. Langsung saja untuk installasinya kita lakukan update untuk debian terlebih dahulu seperti berikut.

Sebelum menginstall zabbix pastikan kita konfigurasi repository paket zabbix terlebih dahulu pada system debian kita dengan perintah berikut ini.

“wget https://repo.zabbix.com/zabbix/4.4/debian/pool/z/zabbix-release/zabbix-release_4.4-1+jessie_all.deb”

Setelah menambahkan repository zabbix,  selanjutnya kita akan menginstall server zabbix. Disini paket zabbix-server-mysql termasuk server zabbix dengan dukungan mysql. Paket zabbix-frontend-php menyediakan dan antarmuka web ditulis dalam php untuk manajemen server zabbix.

“apt-get install zabbix-server-mysql zabbix-frontend-php zabbix-apache-conf zabbix-agent”

Setelah itu buat skema database untuk server zabbix. Login ke server Mysql kita menggunakan perintah berikut untuk membuat database Mysql dan pengguna untuk server zabbix.

Kemudian, pada zabbix server import semua skema dan data awal host. Disini kita diminta untuk memasukkan kata sandi yang sebelumnya telah kita buat saat menjalankan database.

Setelah itu, edit file pada /etc/zabbix/zabbix_server.conf. Pada file ini akan terdapat DBName dan DBUser yang telah kita konfigurasi sebelumnya. Lalu uncomment pada DBPassword dan isikan password sesuai dengan yang kita buat sebelumnya.

Edit juga file pada /etc/zabbix/apache.conf.  Uncomment dan atur zona waktu yang sesuai dengan wilayah kita.

Setelah selesai untuk mengedit zona waktu lalu kita restart dan aktifkan zabbix-server,  zabbix-agent, dan apache dengan perintah berikut ini.

Akses frontend zabbix –server melalui web server dengan domain atau ip address server kita. http://server_ip_domain/zabbix.Berikut ini merupakan tampilan awal pada zabbix server, kita perlu melakukan installasi web frontend zabbix sebelum digunakan untuk monitoring.


Setelah kita selesai melakukan installasi pada debian server selanjutnya kita akan melakukan installasi pada web untuk pemasangan zabbix server. Berikut adalah layar utama penginstall web zabbix. Klik next setup.

Periksa apakah system yang kita jalankan memiliki paket yang diperlukan.

Kemudian isikan detail basis data yang dibuat pada konfigurasi database sebelumnya, kita hanya perlu mengisikan password untuk menghubungkan kedatabase.

Dibawah ini merupakan host dan port yang menjalankan server zabbix. Untuk nama kita dapat mengisi sesuai keinginan ataupun dapat kita kosongi (opsional).

Setelah kita selesai mengonfgurasi beberapa opsi dibawah ini akan ditampilkan ringkasan yang telah kita masukkan pada langkah sebelumnya. Untuk langkah selanjutnya klik Next.

Jika proses yang telah kita jalankan benar kita akan melihat installasi sukses pada tampilan dibawah ini. Klik finish.

Masuk server zabbix dengan menggunakan kridensial default.

Username :  Admin   Password : zabbix

Setelah berhasi masuk kita dapat melihat tampilan dasbor zabbix seperti dibawah ini.